Jakarta (ANTARA) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan sejumlah proyek fasilitas liquefied petroleum gas (LPG) yang dijadwalkan beroperasi mulai 2026 akan menambah pasokan energi nasional.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan beberapa proyek LPG dijadwalkan mulai on stream pada tahun ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

“Untuk yang bulan April itu 163 ditambah 30, kira-kira lebih kurang 200 metrik ton per hari,” kata Djoko dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan proyek utama berada di Cilamaya dengan kapasitas produksi LPG sebesar 163 metrik ton per hari yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir April 2026.

Baca juga: Wakabareskrim akan "sikat" pelaku penyalahgunaan BBM-LPG subsidi

Selain itu, terdapat proyek LPG di Tuban dengan kapasitas sekitar 30 metrik ton per hari yang juga dijadwalkan mulai beroperasi pada periode yang sama.

Djoko menyebut tambahan pasokan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat ketersediaan LPG domestik.

“Ini April ini bisa diresmikan kira-kira lebih kurang 200 metrik ton per hari,” ujarnya.

Selanjutnya, pemerintah juga merencanakan pembangunan fasilitas LPG di sejumlah wilayah untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional dalam jangka menengah.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.