Itu menurut saya, bukan ciri-ciri intelektual
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengingatkan kepada para pihak agar tidak ada provokasi pada publik untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto secara inkonstitusional.
"Itu menurut saya, bukan ciri-ciri intelektual," kata Fadli Zon di Jakarta, Rabu, menanggapi adanya pernyataan seorang pengamat untuk menjatuhkan Prabowo.
Fadli Zon mengatakan terkadang ada orang yang mengaku demokratis, namun tidak mengerti arti demokrasi.
Menurut Fadli Zon, ajakan provokasi kepada publik untuk melakukan tindakan tidak konstitusional tersebut merupakan budaya yang tidak baik.
Ia mengatakan kritik boleh saja dilakukan dan bahkan bagus. Namun, kritik harus ada dasarnya dan harus dipertanggungjawabkan, apalagi jika yang berbicara adalah seorang intelektual.
Fadli juga mengatakan Presiden Prabowo adalah seorang yang mengerti arti demokrasi.
Ia mengatakan Prabowo setelah selesai dari dinas militer, kemudian memasuki dunia sipil hingga mendirikan partai politik.
Prabowo, katanya, ikut pemilihan presiden hingga empat kali, hingga akhirnya menang. Pasangan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka memperoleh suara 58 persen atau 96 juta lebih suara.
"Itu artinya apa? Pak Prabowo tidak pernah menyerah pada demokrasi. Tidak pernah menyerah pada jalan demokrasi. Kalau dulu, orang ingin mendapatkan mandat, kekuasaan, itu dengan perang," katanya.
Untuk itu, kata Fadli, jika ada pihak yang mengatakan Prabowo otoriter maka itu adalah ahistoris atau berlawanan dengan sejarah. "Prabowo itu sudah memilih jalan demokrasi dari dulu," katanya.
Baca juga: Prabowo singgung ada kelompok masyarakat tak mau diajak bekerja sama
Baca juga: Prabowo: 1,5 tahun pemerintahan berjalan efektif dan handal
Baca juga: Prabowo jelaskan alasan kumpulkan menteri hingga eselon I di Istana
Pewarta: Unggul Tri Ratomo
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.