Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis mata subspesialis mata katarak dan bedah refraksi dr. Amir Shidik, Sp.M, Subsp.K.B.R, mengemukakan bahwa masalah katarak pada mata seringkali tidak disadari penderitanya.
"Masalahnya katarak ini terjadi secara perlahan, hitungannya bulan, tahun. Jadi, seringkali pasien itu tidak sadar bahwa dia sudah mulai katarak, tidak sadar penglihatannya turun," kata Amir saat diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu.
Dokter lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan bahwa katarak terjadi karena kekeruhan lensa mata. Pada mata normal, lensa yang jernih mampu memfokuskan bayangan secara tajam ke satu titik di retina pusat penglihatan.
Baca juga: Katarak bisa dicegah dengan pakai kacamata pelindung sinar UV
Sementara pada pasien katarak, keluhan yang muncul buka hanya buram, namun, kekeruhan lensa mata membuat fokus bayangan tampak berpendar.
Katarak dapat terjadi pada satu atau kedua mata, tetapi, kekeruhan pada lensa tidak menyebar dari satu mata ke mata lainnya.
Faktor risiko katarak dihubungkan dengan proses penuaan, di mana prevalensi katarak meningkat drastis hingga 70 persen pada usia 70 tahun. Keluhan katarak paling umum adalah pandangan yang tampak berawan.
"Karena katarak sendiri asal katanya dari air terjun, jadi, seperti orang melihat di belakang air terjun kalau sudah parah. Seperti melihat di balik kaca yang berembun,” tutur sang dokter.
Keluhan katarak lainnya, kata Amir, antara lain seperti silau saat mengemudi pads malam hari atau saat hujan, penglihatan buram terjadi secara perlahan, ukuran kacamata sering berubah dan mengalami second sight, yaitu penglihatan jarak dekat membaik sementara penglihatan jauh menurun.
Amir menjelaskan second sight terjadi karena lensa yang terkena katarak menarik cairan sehingga menjadi cembung dan minus pada mata bertambah. Akibat aktivitas pada lensa mata itu, seseorang bisa membaca pada jarak dekat, namun, tulisan menjadi buram pada jarak jauh.
Kondisi katarak juga terjadi tanpa rasa nyeri atau mata memerah.
"Pada kasus berat, ada warna putih pada pupil mata, kualitas penglihatan katarak membuat semuanya jadi kecokelatan atau kekuningan,” kata Amir menjelaskan.
Baca juga: Penggunaan obat tetes mata bersteroid bisa memicu katarak
Baca juga: Dokter ingatkan tren katarak kini muncul di usia muda
Baca juga: Dokter: Deteksi dini penting guna perlambat progres glaukoma
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.