Sumedang (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Sumedang, Jawa Barat menyebut satu korban masih tertimbun material longsor yang menimpa dua rumah di Mekar Rahayu, Sumedang Selatan, Rabu malam.

Wakapolres Sumedang Kompol Sungkowo di Sumedang, Rabu, mengatakan bahwa proses pencarian warga bernama Pepen Supendi (63) masih menunggu hasil asesmen guna memastikan evakuasi berjalan aman.

Baca juga: Bupati Sumedang: Proyek TPT tak berizin picu longsor di Jatinangor

“Saat ini kami masih menunggu hasil asesmen guna memastikan proses evakuasi dapat dilakukan secara aman dan efektif,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya telah menurunkan tim evakuasi untuk melakukan proses pencarian yang rencananya dilakukan pada Kamis (9/4) setelah berkoordinasi dengan Basarnas.

“Kami telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk Basarnas," ujarnya.

Sementara itu, peristiwa longsor terjadi di Dusun Ciranggon, RT 01 RW 07, Desa Mekar Rahayu, sekitar pukul 18.10 WIB, diduga akibat kondisi tanah labil setelah hujan dengan intensitas tinggi.

Selain korban yang masih tertimbun, sejumlah warga lainnya mengalami luka ringan, di antaranya Apong Suryani (56), Eha (37), serta anak-anak Nizam (14), dan Nazia (3).

Baca juga: Pemkab Sumedang tanam 30 ribu pohon guna kurangi risiko longsor

Baca juga: BPBD Sumedang kerahkan alat berat untuk bersihkan longsor di Surian

Ia menjelaskan bahwa korban luka telah mendapatkan perawatan medis dan diperbolehkan pulang, adapun penghuni lain, seperti Jeny (22) dan balita Quen (2) dilaporkan selamat dari longsor.

Longsor juga menimpa kandang kambing milik korban, dengan sembilan dari 10 ekor kambing tertimbun material, sementara satu ekor berhasil selamat.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.