Kairo (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri Mesir pada Rabu mengutuk keras serangan Israel di Lebanon yang disebutnya sebagai upaya baru untuk membuat wilayah kawasan berada dalam kekacauan.

"Republik Arab Mesir mengutuk keras serangkaian serangan udara Israel di berbagai wilayah Lebanon yang bersaudara. Serangan tersebut mencerminkan niat untuk melemahkan upaya de-eskalasi internasional dan merupakan upaya baru Israel untuk menyeret kawasan itu ke dalam kekacauan total," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Lebanon, jumlah korban jiwa akibat serangan Israel di negara itu pada Rabu mencapai 112, sementara 837 lainnya mengalami luka.

Sebelumnya di hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak tercakup dalam perjanjian gencatan senjata dengan Iran karena gerakan Hizbullah.

Pada Selasa malam, Trump mengatakan bahwa ia telah menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua minggu dengan Iran, dan memastikan bahwa Iran juga telah setuju untuk membuka Selat Hormuz.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kemudian mengatakan bahwa Teheran akan memulai pembicaraan dengan AS pada Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Liga Arab desak AS paksa Israel hentikan serangan ke Lebanon

Baca juga: Israel kembali serang Lebanon, sedikitnya 254 tewas

Baca juga: Araghchi: AS harus pilih gencatan senjata atau perang lewat Israel

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.