Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook menampilkan sekelompok orang yang tampak seperti sedang melakukan demonstrasi dengan tuntutan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) diganti menjadi BPJS Kesehatan gratis atau bantuan uang tunai bulanan.

Unggahan tersebut juga menyebut bahwa penggantian program MBG menjadi bantuan lain dinilai lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

“Setuju tidak jika MBG diganti menjadi BPJS gratis atau diganti uang tunai Rp300 ribu perbulan, karena itu lebih bermanfaat”

Namun, benarkah program MBG akan diganti menjadi BPJS Kesehatan gratis?

Unggahan yang menarasikan program MBG diganti dengan program BPJS Kesehatan gratis. Faktanya, pernyataan tersebut tidak berdasar. (Facebook)

Penjelasan:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun laporan dari media kredibel yang menyebut bahwa program MBG akan digantikan dengan BPJS Kesehatan gratis.

Selain itu, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa gambar dalam unggahan tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).

Sebagai informasi, BPJS Kesehatan telah memiliki program Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang memang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu, di mana iurannya ditanggung pemerintah.

Namun, program tersebut tidak berkaitan dengan penggantian program MBG. Hingga saat ini, program MBG masih berlangsung dan terus dijalankan di berbagai daerah.

Dengan demikian, klaim yang menyebut program MBG akan diganti menjadi BPJS Kesehatan gratis merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

Rating: MBG diganti jadi BPJS Kesehatan gratis

Klaim: Hoaks

Cek fakta: Hoaks! SBY dan AHY minta MBG digantikan dengan pendidikan gratis hingga sarjana

Cek fakta: Hoaks! Prabowo akan hentikan MBG setelah Idulfitri

Baca juga: BGN: Isu siswa dipaksa ambil MBG saat pembelajaran daring hoaks

Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.