Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita sebenarnya sudah siap masuk ke era teknologi. Ini luar biasa
Purwokerto (ANTARA) - Anggota DPD RI Abdul Kholik menyatakan inovasi yang dihasilkan siswa SMK dapat mendorong akselerasi ekonomi daerah, khususnya melalui pemanfaatan teknologi untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Yang kita lihat ini seperti dibawa ke masa depan, era digital yang bisa diaplikasikan di hampir semua sektor, dan ini baru level anak-anak SMK,” katanya usai membuka Stematel Innovation Summit yang diselenggarakan SMK Telkom Purwokerto di GOR DI Panjaitan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis.
Menurut dia, berbagai karya yang ditampilkan tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga memiliki nilai aplikatif yang tinggi dan berpotensi membantu masyarakat di berbagai sektor.
Ia mengatakan, inovasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong pelaku UMKM masuk ke era digitalisasi sehingga mampu meningkatkan skala usaha serta optimalisasi kinerja.
Baca juga: Airlangga sebut ekonomi digital bisa diperkuat lewat inovasi teknologi
“Kami dari DPD RI sangat mengapresiasi karya-karya luar biasa ini dan tentu perlu terus dikembangkan,” katanya.
Senator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah itu juga mendorong pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjalin kolaborasi dengan institusi pendidikan, khususnya SMK, guna memaksimalkan pemanfaatan inovasi yang dihasilkan siswa.
Menurut dia, kolaborasi tersebut penting agar transformasi digital dapat dirasakan secara lebih luas, terutama di wilayah Banyumas dan kawasan Jawa Tengah bagian selatan (Jasela).
“Semua pihak mestinya berkolaborasi agar UMKM di Banyumas maupun Jasela bisa masuk ke era digitalisasi yang akan meningkatkan banyak hal, mulai dari skala usaha hingga lebih optimal,” katanya.
Baca juga: FMIPA UI kembangkan ragi tempe adaptif untuk hadapi perubahan iklim
Selain itu, ia menilai inovasi yang dihasilkan para siswa menjadi bukti kesiapan generasi muda dalam menghadapi era teknologi dan digitalisasi.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita sebenarnya sudah siap masuk ke era teknologi. Ini luar biasa,” katanya.
Ia mengatakan, para siswa SMK Telkom Purwokerto merupakan bagian dari generasi masa depan Jasela yang memiliki kemampuan teknologi yang sangat baik dan berpotensi besar dalam mendorong kemajuan daerah.
Lebih lanjut, ia menilai kawasan Jasela masih membutuhkan percepatan pembangunan karena dinilai tertinggal dibandingkan daerah lain, termasuk dalam penanganan kemiskinan.
“Kita butuh akselerasi dan lompatan, karena kita masih tertinggal dibanding daerah lain. Teknologi menjadi salah satu kunci untuk mengejar ketertinggalan itu,” kata Kholik.
Baca juga: Wamenkes: CKG dan inovasi menjadi harapan dalam mengeliminasi TBC RI
Sementara itu, Wakil Kepala SMK Telkom Purwokerto Krisma Dwi Brata mengatakan kegiatan Stematel Innovation Summit tersebut merupakan bagian dari rangkaian penilaian sumatif akhir jenjang bagi siswa.
“Kegiatan hari ini kami beri nama Stematel Innovation Summit, yang merupakan bagian dari penilaian sumatif akhir jenjang,” katanya menegaskan.
Ia mengatakan, para siswa telah dibekali fondasi teknologi sejak kelas 10, kemudian mulai mengembangkan kompetensi melalui pembelajaran berbasis proyek pada kelas 11, hingga mencapai tahap puncak pada kelas 12 melalui karya inovatif yang dipamerkan.
“Di kelas 12 ini adalah puncaknya, di mana karya-karya anak kami sudah memiliki standar industri,” katanya.
Menurut dia, pembelajaran di SMK Telkom Purwokerto menekankan pada project-based learning, di mana siswa tidak hanya belajar di kelas, juga terjun langsung ke lapangan untuk berinteraksi dengan UMKM maupun industri.
“Mereka mencari UMKM, mencari industri, lalu menawarkan kompetensi yang mereka miliki, kemudian diimplementasikan menjadi sebuah proyek,” katanya.
Ia mengatakan, hasil karya siswa tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan akademik, juga memiliki potensi untuk diterapkan secara nyata dan bahkan didukung oleh kebutuhan industri.
Bahkan, jika dari industri membutuhkan aplikasi atau infrastruktur jaringan, para siswa siap memberikan dukungan.
Melalui kegiatan tersebut, kata dia, pihak sekolah berharap karya siswa dapat menjadi ajang unjuk kompetensi nyata sekaligus memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja maupun berkontribusi bagi masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ini bukan sekadar ujian, tetapi ajang kompetensi nyata yang siap bersaing,” kata Krisma.
Baca juga: ITS kembangkan inovasi energi dukung ketahanan nasional
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.