Jakarta (ANTARA) - Anggota termuda dari grup BTS, Jungkook, meminta maaf melalui platform Weverse kepada penggemarnya usai melakukan siaran yang membuat sebagian pihak tak nyaman di bulan Februari 2026.

"Sebenarnya saya tidak yakin apa yang saya lakukan yang begitu salah selama siaran langsung saya. Saya bukan figur publik, dan orang-orang di YouTube atau di industri hiburan semuanya mengatakan hal-hal serupa," kata Jungkook dalam siaran pada Rabu (8/4) waktu setempat menurut Korea Joongang Daily,

Jungkook menyampaikan ia ingin meminta maaf pada para penggemar yang biasa dikenal sebagai ARMY. Dia berjanji untuk menahan diri tidak melakukannya di masa depan.

Baca juga: BTS tambah pertunjukan dalam tur "ARIRANG" di Amerika Selatan

Pelantun lagu "Still With You" itu menegaskan bahwa ia tidak ingin berbicara dengan orang-orang yang hanya ingin mencela segala sesuatu tentang dirinya.

“Meskipun saya tidak akan melakukan kejahatan atau melakukan sesuatu yang sangat buruk, saya terkadang bisa seperti itu, sebagai manusia,” katanya.

Jungkook melakukan siaran langsung di Weverse pada 26 Februari malam. Dalam siaran berdurasi 88 menit itu, dia sedang meminum alkohol bersama orang lain dan sempat mengacungkan jari tengah. Jungkook membahas berbagai topik, termasuk album terbaru "Arirang" dan fakta bahwa ia pernah merokok di masa lalu.

Baca juga: BTS sertakan lagu eksklusif untuk album "ARIRANG" edisi deluxe vinyl

Ia juga mengungkapkan kekecewaannya karena disensor oleh publik atau BigHit Music dan terkadang menggunakan kata-kata kasar.

BTS melakukan comeback dengan album penuh kelima mereka “Arirang” pada 20 Maret. Mereka akan memulai tur dunia dengan nama yang sama dengan penampilan di Stadion Goyang di Gyeonggi pada hari Kamis.

Baca juga: BTS terharu lagu dalam album ARIRANG sukses masuk Billboard Hot 100

Baca juga: Konser tur dunia BTS di Amerika Latin digelar pada Oktober

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.