Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia mengecam keras serangan militer yang terus dilakukan Israel terhadap Lebanon, yang dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) dalam pernyataan di Kuala Lumpur, Kamis, menekankan serangan itu sebagai bentuk pembangkangan langsung terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Wisma Putra memandang eskalasi ini juga sangat membahayakan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang telah dicapai antara Amerika Serikat dan Iran, serta mengancam menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih luas dan lebih dahsyat.
Menurut Wisma Putra, tindakan tersebut tidak hanya merusak upaya diplomatik yang sedang berlangsung, tetapi juga berisiko menyebabkan destabilisasi total di kawasan Asia Barat, dengan implikasi serius terhadap perdamaian dan keamanan global.
Malaysia mendesak komunitas internasional, termasuk Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), untuk segera mengambil tindakan tegas dan nyata guna meminta pertanggungjawaban Israel atas pelanggaran berkelanjutan terhadap hukum internasional.
"Budaya impunitas harus diakhiri demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa yang tidak bersalah serta melindungi kesucian batas-batas kedaulatan negara," demikian pernyataan Wisma Putra.
Malaysia menegaskan kembali dukungan teguhnya terhadap pemerintah dan rakyat Lebanon, Malaysia tetap berpegang pada posisi bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui penghentian seluruh permusuhan dan komitmen yang tulus terhadap penyelesaian damai melalui jalur diplomatik.
Baca juga: Pezeshkian pastikan Lebanon masuk dalam syarat gencatan senjata
Baca juga: Liga Arab desak AS paksa Israel hentikan serangan ke Lebanon
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.