stabilitas produksi adalah kunci utama agar kebutuhan petani tidak terganggu oleh dinamika harga di luar negeri

Karawang (ANTARA) - PT Pupuk Kujang memperketat pengawasan operasional dan memastikan keandalan pabrik untuk menjamin ketersediaan stok pupuk dalam negeri, di tengah tingginya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Direktur Utama Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif dalam keterangannya di Karawang, Jabar, Kamis menyampaikan bahwa sebagai anak perusahaan Pupuk Indonesia (Persero) yang mengoperasikan fasilitas produksi urea di Jawa Barat, Pupuk Kujang menempatkan stabilitas operasional pabrik sebagai prioritas utama.

Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kini mulai memberikan tekanan pada rantai pasok energi dan komoditas global, termasuk pupuk. Situasi ini ditengarai turut memicu fluktuasi harga pupuk urea internasional serta gangguan distribusi dari sejumlah produsen utama dunia.

Atas kondisi tersebut, PT Pupuk Kujang memperketat pengawasan operasional dan memastikan keandalan pabrik guna menjamin ketersediaan stok pupuk dalam negeri tetap terjaga.

Budi mengatakan di tengah situasi global yang tidak menentu, prioritas utama Pupuk Kujang adalah menjaga performa pabrik Kujang 1A dan 1B agar tetap beroperasi maksimal tanpa kendala teknis.

“Karena stabilitas produksi adalah kunci utama agar kebutuhan petani tidak terganggu oleh dinamika harga di luar negeri," katanya.

Mengenai potensi ekspor pupuk untuk membantu menjaga kestabilan pasokan global di tengah disrupsi distribusi akibat konflik di Timur Tengah, Pupuk Kujang menegaskan kalau kebijakan niaga internasional dan strategi ekspor merupakan ranah Pupuk Indonesia sebagai holding.

Peran Pupuk Kujang ialah penyokong ketersediaan stok melalui proses produksi yang efisien dan berkualitas.

"Dinamika pasar global memang sedang bergejolak, namun tugas utama kami adalah memastikan pabrik terus beroperasi dengan efisien dan andal," kata dia.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi sebelumnya menyatakan perseroan memiliki potensi ekspor sebesar 1,5-2 juta ton untuk membantu menjaga kestabilan pasokan global di tengah disrupsi distribusi akibat konflik di Timur Tengah.

Meski demikian, ia memastikan pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri tetap menjadi prioritas perusahaan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Setelah kebutuhan domestik terpenuhi, terdapat potensi ekspor sekitar 1,5 hingga 2 juta ton yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung stabilitas pasar global,” katanya.

Ia menuturkan, ketahanan pasokan tersebut didukung oleh kapasitas produksi perseroan yang mencapai 14,8 juta ton per tahun, termasuk urea sebesar 9,4 juta ton.

Baca juga: Pupuk Indonesia berpotensi ekspor 2 juta ton untuk jaga pasokan global

Baca juga: Mentan pastikan harga pupuk subsidi tak naik meski Hormuz ditutup

Baca juga: Dirut Pupuk Indonesia: Stok pupuk tak terganggu konflik Selat Hormuz

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.