Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mengatakan data yang dihasilkan Sensus Ekonomi dapat membantu pengusaha merencanakan ekspansi, mengidentifikasi peluang bisnis baru, dan menyesuaikan strategi bisnis untuk menghadapi tantangan ekonomi.

"Dalam hal ini, data sensus akan memberikan gambaran sektor-sektor yang sedang berkembang dan memiliki potensi investasi tinggi," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto dalam siniar terkait Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta, Kamis.

Dia menyampaikan data dari Sensus Ekonomi juga dapat menciptakan lingkungan bisnis yang lebih informatif dan efisien bagi para pengusaha.

"Pelaku usaha dapat memahami peta persaingan dan potensi pasar berdasarkan data yang membantu pengusaha membuat keputusan bisnis yang lebih baik," ujar Kadarmanto.

Lebih lanjut, dia menyebutkan Sensus Ekonomi akan memberikan kontribusi dalam rangka mendukung Jakarta sebagai kota global, yang ditargetkan berada di peringkat 20 teratas pada 2045.

Baca juga: DKI ajak industri berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026

Dalam pemeringkatan indeks kota global, aktivitas bisnis menjadi salah satu dimensi, dengan bobot sekitar 30 persen. Dalam hal ini, Jakarta harus bisa menyajikan data arus modal, dinamika pasar, dan keberadaan perusahaan-perusahaan utama, apabila terletak di Jakarta atau tidak.

"Ini relevan sekali dengan sensus ekonomi, di mana kita akan memperhatikan lokasi-lokasi atau jumlah usaha yang ada di DKI Jakarta, terutama keberadaan dari pada perusahaan-perusahaan utama, totalnya dan sumbangsihnya, serta dinamika pasarnya," jelas Kadarmanto.

Lebih lanjut, dia menuturkan dalam rangka mendukung sensus ekonomi, maka dilaksanakan kegiatan Komunikasi Koordinasi dan Diplomasi (KKD) yang menggandeng para pelaku usaha industri.

"Sebagai strategi pendataan yang efektif dan efisien, yang target-targetnya adalah asosiasi pusat dan daerah, kemudian juga dengan kementerian/lembaga, dan organisasi perangkat daerah, kawasan ekonomi khusus, kawasan industri, gedung perkantoran, mal," ungkap Kadarmanto.

Dia merinci beberapa output dan contoh analisis yang dihasilkan dari pendataan lengkap sensus ekonomi, antara lain jumlah usaha, total pengeluaran dan pendapatan perusahaan pada 2025, jumlah tenaga kerja, total aset, pemetaan potensi usaha baru, serta pemetaan peluang perluasan usaha, dan lainnya.

Baca juga: BPS petakan ekonomi digital dan lingkungan lewat Sensus Ekonomi 2026

Baca juga: BPS rencanakan Sensus Ekonomi 2026 sasar lebih dari 42 juta unit usaha

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.