Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tenda pengungsian telah didirikan untuk menampung warga terdampak banjir di Bengkulu menyusul hujan deras yang menyebabkan genangan di permukiman.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa tenda pengungsian didirikan tim reaksi cepat BPBD Bengkulu sebagai langkah antisipasi bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara.
"Petugas diturunkan untuk melakukan asesmen, pendataan, penyaluran bantuan logistik, serta evakuasi warga yang terjebak banjir," kata dia.
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi banjir berdampak pada 26 kelurahan di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Singaran Pati, Muara Bangkahulu, Ratu Agung, Selebar, Ratu Samban, Sungai Serut, Kampung Melayu, dan Gading Cempaka.
Baca juga: Pemkot Bengkulu salurkan nasi bungkus pada korban terdampak banjir
Banjir terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (6/4) sekitar pukul 02.00 WIB itu menggenangi permukiman warga dengan ketinggian antara 30-100 centimeter.
Sebanyak 2.855 rumah, satu fasilitas ibadah, dan satu fasilitas pendidikan terdampak dalam peristiwa tersebut.
Selain itu, juga dilaporkan ada sebanyak 219 keluarga yang terdampak banjir dari Desa Jaya Karta, Pulau Panggung, Tengah Padang, Taba Pasma, Nakau, serta Kembang Sri, Taba Terunjam, Talang Empat, dan Desa Taba Jambu di Kecamatan Pondok Kubang.
Baca juga: Cuaca ekstrem, ratusan rumah di Kota Bengkulu terendam banjir 1 meter
Abdul memastikan tim petugas masih bersiaga di lokasi di bawah pengawasan pemerintah daerah untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga terdampak meskipun kondisi banjir sudah berangsur surut.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.