Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mendirikan posko kesehatan di sejumlah wilayah terdampak banjir guna memberikan pelayanan bagi masyarakat yang terdampak.

Pendirian posko layanan kesehatan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah kota dalam mengendalikan potensi masalah kesehatan yang kerap muncul di tengah kondisi banjir.

"Saat ini kita kerahkan para petugas untuk standby di pos kesehatan tanggap banjir di berbagai titik terdampak banjir untuk mengantisipasi masalah kesehatan masyarakat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelly Hartati, di Bengkulu, Kamis.

Menurut dia, tenaga kesehatan bersiaga di pos-pos layanan yang didirikan di berbagai lokasi terdampak seperti di Kelurahan Tanjung Agung, Kelurahan Rawa Makmur, dan lainnya.

"Seluruh layanan kesehatan yang diberikan kepada warga terdampak banjir ini tidak dipungut biaya alias gratis," ujarnya.

Oleh karena itu, dia mengimbau seluruh masyarakat yang terdampak agar dapat mendatangi posko layanan kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan kesehatan selama masa banjir.

Sebab, kata Nelly, pemerintah kota mewaspadai masyarakat mengalami penyakit yang sering muncul saat banjir, seperti flu, demam, malaria, diare, dan penyakit lainnya.

"Dengan adanya posko kesehatan ini pemerintah kota berharap dapat membantu mencegah meluasnya penyakit serta memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga di tengah situasi bencana," ujar dia.

Baca juga: Pemkot Bengkulu salurkan nasi bungkus pada korban terdampak banjir

Sebelumnya, Pemkot Bengkulu mencatat akibat hujan deras yang terjadi sejak Minggu (5/4) malam menyebabkan 2.688 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut terdampak banjir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu Deni menyebutkan bahwa berdasarkan data sementara, hampir seluruh wilayah di Kota Bengkulu terdampak banjir dengan jumlah korban yang bervariasi seperti di Kecamatan Singaran Pati yakni Kelurahan Jembatan Kecil sebanyak 68 rumah terendam, Kelurahan Lingkar Timur enam kepala keluarga terdampak, Kelurahan Timur Indah 30 KK, dan Panorama 54 KK.

Selanjutnya di Kecamatan Muara Bangkahulu yaitu Kelurahan Rawa Makmur 41 KK, Kelurahan Rawa Makmur Permai 185 KK, Kelurahan Pematang Gubernur 173 KK.

Kemudian Kecamatan Ratu Agung menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup besar yaitu Kelurahan Tanah Patah sebanyak 238 KK, Kelurahan Tebeng mencapai 745 KK, Kelurahan Sawah Lebar Baru 80 KK.

Selanjutnya di Kecamatan Ratu Samban yakni Kelurahan Anggut Atas 29 KK, Kelurahan Belakang Pondok 95 KK, Kelurahan Penurunan 84 KK, Kelurahan Anggut Bawah tiga KK, dan Kelurahan Kebun Dahri 44 KK.

Di Kecamatan Sungai Serut yakni Kelurahan Tanjung Agung 281 KK atau 895 jiwa terdampak, Kelurahan Sukamerindu 147 KK, Kelurahan Surabaya 125 KK, Kelurahan Pasar Bengkulu 19 KK atau 75 jiwa, Kelurahan Semarang 49 KK, dan Kelurahan Kampung Kelawi lima KK atau 20 jiwa.

Baca juga: BNPB: Tenda pengungsian didirikan untuk korban banjir di Bengkulu

Kemudian di Kecamatan Selebar yakni Kelurahan Pagar Dewa terdampak 57 KK, di Kecamatan Kampung Melayu yaitu Kelurahan Muara Dua terdapat 50 warga dewasa dan lima balita terdampak, serta di Kecamatan Gading Cempaka yaitu Kelurahan Lingkar Barat tercatat 60 rumah terdampak, dan Kelurahan Jalan Gedang sebanyak 20 KK.

Pewarta: Anggi Mayasari
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.