Keberadaan helikopter sangat krusial dalam mempercepat pemantauan dan pemadaman karhutla di Sumatera Selatan

Jakarta (ANTARA) - Seluas 10 hektare lahan gambut di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan hangus terbakar, sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa lahan yang terbakar berada di wilayah Desa Palemraya, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir.

Kebakaran dilaporkan terjadi pada Selasa (7/4) siang, dan tim petugas gabungan di Ogan Ilir berhasil memadamkan kobaran api pada Rabu (8/4) melalui penyiraman darat.

Sebagaimana laporan yang diterima, angin kencang dan luasnya wilayah jangkauan menjadi tantangan tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD, Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, TNI/Polri itu untuk menjinakkan kobaran api agar tidak meluas.

Baca juga: BMKG ingatkan ancaman karhutla potensi El Nino 2026 capai 80 persen

"Api berhasil dipadamkan pada Rabu, lahan terbakar seluas 10 hektare," kata Abdul.

Kabupaten Ogan Ilir merupakan salah satu dari 12 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan, Iqbal Alisyahbana sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah daerah sedang mempersiapkan penetapan status siaga untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penetapan status siaga karhutla ini pula yang akan menjadi dasar pengajuan kebutuhan 10 unit helikopter untuk memperkuat respons pemadaman, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Iqbal menilai keberadaan helikopter sangat krusial dalam mempercepat pemantauan dan pemadaman karhutla di Sumatera Selatan sehingga potensi penyebaran api dapat ditekan sejak dini.

Adapun kebutuhan 10 unit helikopter tersebut mengacu pada pengalaman penanganan karhutla pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, jumlah yang diajukan tetap akan disesuaikan dengan kondisi kebakaran yang terjadi serta mempertimbangkan efisiensi anggaran pemerintah.

"Termasuk juga melihat efisiensi anggaran dari pemerintah. Tapi nantinya akan melihat kondisi karhutla," kata dia.

Baca juga: Pemkab OKI terima bantuan Rp1,59 miliar untuk pengendalian karhutla

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.