Stok pangan nasional saat ini adalah stok pangan yang terbesar dalam sejarah Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengklaim bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam waktu 1,5 tahun berhasil membuat stok pangan tercukupi.

"Alhamdulillah satu setengah tahun pemerintahan di bawah kepemimpinan Pak Prabowo telah membuktikan Indonesia telah menjadi negara yang mandiri di bidang pangan dan stok pangan yang tercukupi," kata Menko Muhaimin Iskandar saat membuka Rakernas Ikatan Alumni Universitas Terbuka di Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Bahkan, menurut dia, stok pangan nasional saat ini adalah stok pangan yang terbesar dalam sejarah Indonesia.

Menurut dia, pencapaian tersebut merupakan bukti bahwa pemberdayaan bisa dilakukan dalam waktu singkat selama syarat-syarat yang diperlukan dapat terpenuhi.

Baca juga: Cak Imin ajak BUMN ikut siapkan PMI bersaing di pasar global

"Ini wujud bukti nyata bahwa pemberdayaan bisa dilakukan dalam waktu singkat apabila semua memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan Untuk melakukan transformasi," kata Muhaimin Iskandar.

Dikatakannya, Presiden Prabowo Subianto melakukan transformasi pembangunan untuk kesejahteraan bangsa.

"Presiden Prabowo mengambil istilah transformasi. Transformasi artinya terjadi perubahan terus-menerus tiada henti, dengan berbagai pengalaman dan proses yang berlangsung untuk tidak mengulangi kegagalan," kata Muhaimin Iskandar.

Ia menambahkan, pemerintah mengusung tema pemberdayaan yang tujuannya agar Indonesia menjadi bangsa yang kuat dan mandiri.

"Sejak Pak Prabowo dilantik, Kabinet Merah Putih ini mengusung tema pemberdayaan sebagai bagian dari kesungguhan kita untuk terus tumbuh dan kuat secara mandiri karena pada dasarnya kita adalah bangsa yang kaya. Bangsa yang kaya yang sebetulnya memiliki seluruh syarat untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri," kata Muhaimin Iskandar.

Baca juga: Menko Muhaimin: PMI agar bekerja profesional, jaga nama baik Indonesia

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.