Kami berharap praktik baik yang ada di Kota Semarang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang menyebutkan bahwa tiga satuan pelayanan pemerintahan gizi (SPPG) siap menjadi percontohan praktik baik dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Kamis, mengatakan bahwa Kota Semarang bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan diskusi nasional soal MBG.

Diskusi nasional bertema "Dialog Nasional Praktik Baik Makan Bergizi Gratis (MBG)" yang digelar pada 28-30 April 2026 menjadi langkah strategis dalam mendukung program strategis nasional penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, para peserta dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke tiga titik SPPG, meliputi SPPG Aspol Polda Jateng Rejosari, SPPG Kedung Mundu 2, dan SPPG Pedalangan.

Baca juga: Kepala BGN: Penganggaran motor SPPG masuk dalam RPATA

"Tiga lokasi SPPG ini dipilih karena telah memenuhi persyaratan standar operasional yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN)," katanya.

Ia mengatakan, fasilitas yang dimiliki SPPG di Rejosari, Kedung Mundu, dan Pedalangan itu sangat representatif untuk dijadikan contoh pembelajaran bagi peserta nasional.

Kunjungan lapangan tersebut bertujuan untuk memperlihatkan secara langsung tata kelola distribusi makanan yang telah berjalan sesuai prosedur kesehatan.

Para peserta akan melihat teknis penyelenggaraan makanan yang telah mendapatkan sertifikasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Baca juga: BGN: Motor SPPG hasil karya dalam negeri dengan TKDN 48,5 persen

"Ketiga SPPG tersebut memiliki keunggulan pada alur pelayanan yang tertata dan fasilitas yang memadai sesuai standar baku. Kami ingin menunjukkan bahwa standarisasi kualitas makanan dan kebersihan adalah kunci utama dalam operasional SPPG," katanya.

Ia berharap hasil dari dialog nasional itu dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan program MBG di seluruh wilayah Indonesia, dan replikasi praktik baik dari Kota Semarang mampu meningkatkan kualitas pelayanan di kabupaten dan kota lainnya.

"Kami berharap praktik baik yang ada di Kota Semarang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk segera melakukan replikasi. Dengan standarisasi yang seragam, kualitas penyelenggaraan program gizi di seluruh Indonesia akan semakin meningkat," katanya.

Berkaitan dengan kegiatan diskusi nasional MBG, Agustin merasa terhormat Kota Semarang menjadi tuan rumah bagi delegasi dari berbagai kota di Indonesia untuk mendiskusikan penguatan gizi nasional.

"Kami telah menyiapkan forum ini sebagai wadah pertukaran pengalaman atau 'best practise: dalam mengelola program pangan secara efektif," katanya.

Dialog nasional tersebut akan mempertemukan perwakilan dari 20 kota/kabupaten penandatangan Pakta Milan di Indonesia, termasuk Kota Surabaya sebagai calon anggota.

Selain itu, sejumlah kepala daerah dari Jateng seperti Magelang, Salatiga, Tegal, dan Pekalongan juga direncanakan hadir dalam pertemuan tersebut.

"Kehadiran puluhan kota ini menunjukkan komitmen kuat antarpemerintah daerah untuk bersinergi demi kesehatan generasi mendatang. Kami ingin memastikan setiap daerah bisa saling belajar dalam mengimplementasikan kebijakan pemenuhan gizi ini," katanya.

Baca juga: Terpopuler, pasokan BBM dan LPG aman hingga gencatan senjata AS-Iran

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.