Ramallah (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Palestina pada Rabu (8/4) menyerukan agar gencatan senjata mencakup wilayah Palestina dengan menghentikan perang di Jalur Gaza serta mengakhiri "agresi" Israel dan "terorisme" pemukim di Tepi Barat.
Dalam sebuah pernyataan pers, kementerian tersebut menekankan pentingnya mengintensifkan upaya untuk mengakhiri "pendudukan Israel yang telah berlangsung lama, yang merupakan akar penyebab ketidakstabilan serta hilangnya hak-hak, keamanan, perdamaian, dan stabilitas."
Pernyataan tersebut mengapresiasi berbagai inisiatif yang dipimpin oleh sejumlah negara untuk mencapai gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, dengan menekankan bahwa diplomasi dan dialog harus menjadi landasan solusi, serta menegaskan perlunya menjunjung tinggi keamanan, kedaulatan, sumber daya, integritas wilayah, dan stabilitas negara-negara kawasan.
Pada Selasa (7/4), AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Kedua pihak dijadwalkan akan memulai negosiasi di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (10/4).
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebutkan Israel akan mematuhi kesepakatan gencatan senjata, tetapi akan tetap melanjutkan operasi militer di Lebanon.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.