Potensi transaksi sebesar Rp419 miliar menunjukkan tingginya minat pasar global terhadap produk perikanan Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan produk perikanan Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar 24,7 juta dolar AS atau setara Rp419 miliar dalam ajang Seafood Expo North America (SENA) 2026 di Boston, Amerika Serikat.

Dalam keterangan di Jakarta, Kamis, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI Fajarini Puntodewi mengatakan capaian ini mencerminkan kuatnya daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.

"Potensi transaksi sebesar Rp419 miliar menunjukkan tingginya minat pasar global terhadap produk perikanan Indonesia. Minat terhadap komoditas unggulan seperti udang dan tuna tetap kuat, didukung persepsi positif atas kualitas produk, konsistensi pasokan, serta komitmen terhadap praktik keberlanjutan (sustainability) dan ketertelusuran," ujar Puntodewi.

Sementara itu, Atase Perdagangan (Atdag) RI di Washington D.C. Ranitya Kusumadewi memaparkan lebih detail terkait potensi transaksi yang dicatatkan.

Indonesia melibatkan lima mitra yang berasal dari asosiasi dan perusahaan nasional. Ia mengatakan, lebih dari 50 pertemuan bisnis (business-to-business/B2B) pelaku usaha Indonesia dengan buyer dan importir utama di AS, baik mitra yang sudah ada maupun calon mitra baru, menjadi sumber dari potensi transaksi tersebut.

Produk perikanan Indonesia seperti tuna, udang, kakap merah, gurita, cumi, dan tilapia mendapatkan respons positif dari sisi kualitas, harga, dan konsistensi pasokan.

"Selain transaksi langsung, sejumlah penjajakan kerja sama juga berpotensi berkembang menjadi kontrak pembelian dalam beberapa bulan ke depan," kata Ranitya.

Meskipun pelaksanaan pameran ini berlangsung di tengah dinamika global, Ranitya melihat minat terhadap produk boga bahari tetap kuat. Indonesia pun dipersepsikan sebagai pemasok yang kompetitif, andal, dan adaptif terhadap perubahan standar global.

"Dalam sejumlah forum diskusi dan interaksi dengan pelaku industri, Indonesia disebut sebagai mitra yang mampu menyesuaikan diri dengan dinamika pasar, standar kualitas, serta perkembangan regulasi global," ujar Ranitya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kemendag, ekspor produk perikanan Indonesia ke AS tercatat sebesar 201,12 juta dolar AS pada periode Januari-Februari 2026.

Sementara itu, nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke AS mencapai 1,17 miliar dolar AS pada 2025. Selanjutnya, total nilai perdagangan kedua negara mencapai 43,80 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor Indonesia ke AS sebesar 30,96 miliar dolar AS pada 2025.

Baca juga: KKP perluas akses ekspor produk perikanan ke Turkiye dan China

Baca juga: Nilai ekspor produk perikanan capai Rp105,5 triliun pada 2025

Baca juga: KKP terbitkan 1.248 sertifikat udang budi daya untuk ekspor ke AS

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.