Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang secara terus menerus di Kepulauan Nias, pantai barat, lereng barat, dan lereng timur Sumatera Utara ...
Medan (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Jumat (10/4).
Prakirawan Balai BMKG Wilayah Martha Manurung di Medan, Kamis, secara rinci menyebutkan cuaca di Sumatera Utara pada Jumat (10/4) pagi rata-rata berawan.
Sementara pada siang hingga sore hari berpotensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Asahan, Batubara, Dairi, Deli Serdang, Karo, Labuhanbatu Utara, Langkat, Padang Lawas, Padanglawas Utara, Tapanuli Utara, Pakpak Bharat, Simalungun dan sekitarnya.
Kemudian pada malam hari, kata dia, masih berpotensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Asahan, Pematangsiantar, Labuhan Batu, Mandailing Natal, Padang Lawas, dan Simalungun.
Pada dini hari, lanjutnya, berpotensi hujan ringan di Padanglawas Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Labuhanbatu Selatan, dan Kepulauan Nias.
Baca juga: Masuki musim kemarau, titik panas di Sumut bertambah jadi 33 titik
Sementara itu suhu udara rata-rata 14 hingga 43 derajat Celcius dengan kelembaban 70 hingga 99 persen dan angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
"Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang secara terus menerus di Kepulauan Nias, pantai barat, lereng barat, dan lereng timur Sumatera Utara yang dapat menyebabkan banjir, longsor dan bencana hidrometeorolois lainnya," kata Martha Manurung.
Berdasarkan data pengamatan curah hujan di beberapa stasiun pengamatan, tercatat curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas sirkulasi siklonik yang terjadi di pantai barat Sumatera Utara, mengakibatkan belokan angin dan pertemuan massa udara di provinsi itu sehingga memicu pertumbuhan awan-awan hujan (Cumulonimbus) cukup besar di Sumatera Utara.
Baca juga: BMKG: Waspada hujan pegunungan di Sumut yang bisa picu banjir hari ini
Selain itu pemanasan siang hari yang cukup intens turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Dalam sepekan ke depan, kata dia, kondisi cuaca di Sumatera Utara masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang bersifat regional maupun lokal.
Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) spasial diprakirakan melintasi sebagian besar wilayah Sumatera, anomali suhu muka laut yang masih hangat, adanya sirkulasi siklonik juga berpotensi terbentuk di perairan barat Sumatera Utara.
Sistem-sistem itu, kata dia, membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera Utara. Pada skala lokal, labilitas atmosfer juga terpantau cukup kuat di Sumatera Utara yang turut mendukung proses konvektif.
Baca juga: BMKG: Waspada gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan Sumut
Pewarta: Juraidi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.