Jadi sebaran, mulai dari Indonesia Barat, Indonesia Tengah, Indonesia Timur. Jadi tidak boleh hanya menumpuk di Jakarta

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli membidik adanya perluasan cakupan wilayah pelaksanaan dan bidang pekerjaan dalam Program Magang Nasional 2026.

Hal itu ia sampaikan setelah menerima aspirasi dan masukan dari Komisi IX DPR RI dalam Rapat Kerja yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis.

“Kuncinya kalau magang itu nanti sebarannya harus merata, dan itu yang diminta oleh Komisi IX. Jadi sebaran, mulai dari Indonesia Barat, Indonesia Tengah, Indonesia Timur. Jadi tidak boleh hanya menumpuk di Jakarta,” kata Menaker di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Yassierli mengatakan perluasan cakupan wilayah Program Magang Nasional pun menjadi penting sebagai salah satu upaya mengurangi tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia.

Baca juga: Menaker harap kebijakan WFH tidak turunkan produktivitas pekerja

Baca juga: Menaker perkuat sinergi lintas kementerian hadapi efisiensi anggaran

Berdasarkan data terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS), TPT pada November 2025 adalah sebesar 4,74 persen, atau turun 0,11 persen poin dibanding Agustus 2025.

“Karena mereka (Komisi IX DPR RI) berharap (program) magang ini juga harus menjadi salah satu solusi pengentasan TPT, pengangguran terbuka, jadi malah berharapnya, kalau wilayah atau daerah tingkat penganggurannya tinggi, maka proporsi magangnya lebih besar, itu harapannya,” ujar Menaker.

Selain itu, Yassierli juga mendorong perusahaan untuk memperluas distribusi terkait dengan bidang-bidang dalam Program Magang Nasional tahun ini.

“Kita tentu tidak mau hanya satu bidang spesifik teknik apa atau manajemen apa, yang kemudian itu saja yang diterima semua. Jadi itu yang nanti kita harus kawal ketika nanti Program Magang Nasional 2026 ini akan kita gulirkan,” kata dia.

Sementara itu, Menaker Yassierli juga mengusulkan peningkatan kuota peserta Program Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu orang, setelah tahun lalu berjumlah 100 ribu orang.

“Jadi memang kita mengusulkan karena antusiasme luar biasa. Kita memang mengusulkan (peningkatan kuota peserta Magang Nasional), ini baru usulan ya, 150 ribu orang,” ujar dia menambahkan.

Usulan ini pun, lanjut Menaker, telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, sembari melakukan pembahasan dan menunggu persetujuan ketersediaan anggaran.

Selain itu, ia juga memastikan peninjauan (monitoring) dan evaluasi Magang Nasional tahap pertama dan kedua terus berjalan dan ditingkatkan.

Baca juga: Menaker usul kuota Magang Nasional 2026 naik jadi 150 ribu peserta

Baca juga: Menaker sebut 10 ribu peserta ikuti Pelatihan Vokasi Nasional

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.