Jakarta (ANTARA) - Petugas menyelamatkan sepuluh orang yang terjebak lift di Stasiun MRT Lebak Bulus akibat kendala pasokan listrik sebabkan gangguan operasional.

"Jumlah korban yang terjebak di dalam lift yakni sepuluh orang," kata Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan Asril Rizal saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Asril mengatakan tujuh personel dikerahkan dari Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan dan Satgas Pejaten Timur untuk menangani insiden tersebut.

Selain itu, pihaknya juga mengerahkan satu unit truk untuk mempermudah pertolongan.

"Kini status tertangani," ucap dia.

Kronologi berawal pukul 17.58 WIB listrik stasiun dinyatakan mati. Petugas keamanan mencoba memberikan pertolongan dengan membantu mengeluarkan penumpang terjebak di lift sisi downtrack.

"Dikarenakan sudah dicoba dan tetap tidak bisa karena tidak ada suplai listrik, Station Manager menginfokan ke tim untuk membantu," ucap dia.

Akhirnya, tim Gulkarmat Jakarta Selatan tiba dan membuka paksa pintu lift usai adanya persetujuan dari pihak MRT Jakarta.

"Setelah dibuka paksa akhirnya penumpang dapat diselamatkan dan dikeluarkan dari lift tanpa ada korban terluka," ucap dia.

PT MRT Jakarta (Perseroda) menyampaikan terjadi gangguan operasional di beberapa stasiun pada Kamis sore pukul 17.57 WIB karena kendala pasokan listrik dari sisi PLN (CSW).

Seluruh stasiun layang (elevated) sempat mengalami kondisi pemadaman listrik total (blackout), namun saat ini telah berhasil dinormalkan kembali.

MRT Jakarta telah melakukan langkah-langkah penanganan dan penormalan secara cepat serta terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan layanan dapat kembali berjalan normal.

Baca juga: Kendala pasokan listrik jadi penyebab gangguan operasional MRT Jakarta

Baca juga: DKI integrasikan jalur MRT dan KRL lintasi kawasan Kota Tua

Baca juga: MRT Jakarta dan WRI Indonesia perkuat penghitungan emisi transportasi

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.