Saat ini, pengumpulan data terkait kerusakan dan potensi klaim masih berlangsung, mengingat seluruh pihak masih dalam tahap penanganan dan pemulihan

Jakarta (ANTARA) - Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono menyatakan, pihaknya masih memantau dampak gempa Magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara dan Maluku Utara terhadap industri asuransi dan dana pensiun.

Gempa yang terjadi 2 April 2026 pukul 05.48 WIB pada jarak 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, di kedalaman 33 kilometer tersebut menyebabkan satu korban meninggal, satu korban luka ringan, serta kerusakan sejumlah bangunan.

“Saat ini, pengumpulan data terkait kerusakan dan potensi klaim masih berlangsung, mengingat seluruh pihak masih dalam tahap penanganan dan pemulihan pascabencana,” kata Ogi Prastomiyono dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Oleh karena itu, pihaknya masih memerlukan waktu untuk menghitung estimasi potensi klaim secara keseluruhan dan lebih akurat.

Ia menuturkan peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya penguatan perlindungan terhadap risiko bencana, termasuk melalui peran asuransi dalam meningkatkan ketahanan keuangan masyarakat.

Baca juga: OJK revisi ketentuan asuransi unit link untuk atasi hambatan pemasaran

Baca juga: OJK dorong inovasi industri asuransi untuk mitigasi risiko El Nino

“OJK terus berkoordinasi dengan industri dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kesiapan sektor jasa keuangan dalam merespons dampak bencana serta mendukung proses pemulihan,” ujar Ogi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan gempa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di Kota Manado, Sulawesi Utara, satu orang luka ringan, serta 16 keluarga terdampak di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Selain korban jiwa, gempa tektonik ini juga menyebabkan lima unit kantor pemerintah, satu hotel dan satu fasilitas umum berupa sayap kiri Gedung KONI Sario Manado mengalami kerusakan di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dua rumah sakit dilaporkan rusak berat, lebih dari 10 rumah terdampak, satu kantor pemerintah rusak, serta satu fasilitas umum turut terdampak, termasuk plafon Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor-Minahasa ambruk.

Sementara di Kota Ternate, Maluku Utara, satu gedung gereja dan dua unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.

Baca juga: OJK catat aset industri asuransi tumbuh 6,80 persen per Februari

Baca juga: OJK: Tata kelola dan manajemen risiko kunci jaga kepercayaan asuransi

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.