Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kamis (9/4), mendesak Iran untuk berhenti memungut biaya kepada kapal tanker yang melewati Selat Hormuz.
"Ada laporan bahwa Iran memungut tarif dari kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Sebaiknya itu tidak terjadi dan, jika memang demikian, mereka sebaiknya segera menghentikannya sekarang!," kata Trump pada akun media sosial Truth Socia-nya.
Sehari sebelumnya, Trump mengatakan kepada ABC News bahwa dia sedang mempertimbangkan pembentukan sebuah "usaha patungan" (joint venture) dengan Iran guna memungut tarif dari kapal-kapal yang melintasi jalur perairan krusial tersebut, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global, seraya menyebutnya sebagai "hal yang indah".
Pada Rabu (8/4) di media sosial, Trump juga mengatakan bahwa "keuntungan besar" dapat diraup oleh AS dengan "membantu mengatasi kepadatan lalu lintas di Selat Hormuz".
Iran menuntut agar kapal-kapal tanker minyak membayar tarif transit sebesar 1 dolar AS ( satu dolar AS sekitar Rp17.009) per barel untuk melintasi Selat Hormuz, sebut laporan The Wall Street Journal pada Kamis (9/4).
Lalu lintas laut di Selat Hormuz masih sepi. Untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata dicapai pada Selasa (7/4), dua kapal tanker minyak non-Iran terdeteksi melintasi selat tersebut, demikian dilaporkan The New York Times pada Kamis, mengutip data dari perusahaan pelacakan kapal, Kpler.
Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.