Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menyebut bahwa target pencak silat dipertandingkan di Olimpiade 2028 menjadi agenda utama yang dibahas dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI yang berlangsung di Jakarta pada 10-11 April 2026.

"Di Olimpiade LA (Los Angeles 2028) nanti tentunya harapan kami, sesuai dengan yang direncanakan, pencak silat dapat tampil sebagai ekshibisi," kata Wakil Sekretaris Jenderal PB IPSI H.R. Bayu Syahjohan kepada awak media dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI di Jakarta, Jumat.

Syahjohan yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Munas PB IPSI itu menjelaskan bahwa pada munas hari pertama pihaknya telah membahas langkah-langkah pencak silat menuju Olimpiade 2028.

Ia menyebutkan salah satu poin penting, yaitu mengusulkan adanya Instruksi Presiden (Inpres) kepada Presiden Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB IPSI dan Presiden Federasi Pencak Silat Dunia (Persilat).

Ia menjelaskan bahwa untuk membawa pencak silat masuk Olimpiade, perlu adanya sinergi antara pihak-pihak yang berkompeten maupun instansi-instansi di Indonesia, termasuk Komite Olimpiade Indonesia, Kementerian Luar Negeri, dan kementerian lainnya.

Baca juga: IPSI sebut mayoritas anggota inginkan Prabowo kembali jadi ketua umum

Saat ini, kata dia, pencak silat sudah ada di 38 negara yang tersebar di lima benua. Namun, tidak semua federasi pencak silat di negara-negara tersebut mendaftarkan diri pada federasi olahraga untuk Olimpiade di negara masing-masing.

"Ini yang menjadi kendala bagi kami, sehingga Kementerian Luar Negeri sangat berperan dalam mengoordinasikan para duta besar Indonesia yang ada di 83 negara untuk mendaftar, karena itu salah satu syaratnya," katanya.

Selain itu, kata dia, ada persyaratan lain yang berkaitan dengan kegiatan antidoping yang berhubungan dengan World Anti-Doping Agency (WADA) serta persyaratan lainnya yang harus dipenuhi.

"Jujur saja, itu tidak mudah. Kita sudah mengurusnya bertahun-tahun, bahkan sampai hari ini persyaratan kita belum terpenuhi secara keseluruhan, karena salah satu misi yang harus dikerjakan adalah penerbitan Inpres," katanya.

Pada munas kali ini yang diikuti pengurus dari 38 provinsi, IPSI juga akan melakukan pemilihan ketua umum baru yang saat ini dijabat Prabowo Subianto.

Baca juga: AIMS: Pencak silat masih punya PR besar menuju pengakuan IOC

Baca juga: Dukungan Prabowo jadi daya ungkit pencak silat menuju pengakuan IOC

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.