Saya mohon doa agar dapat meningkatkan integritas dan kapasitas saya sebagai Hakim Konstitusi serta melaksanakan tanggung jawab untuk mengawal konstitusi di Republik Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Hakim Mahkamah Konstitusi Liliek Prisbawono Adi mengatakan jabatan baru yang diembannya merupakan amanah besar untuk menjaga konstitusi dengan integritas tinggi.
"Saya mohon doa agar dapat meningkatkan integritas dan kapasitas saya sebagai Hakim Konstitusi serta melaksanakan tanggung jawab untuk mengawal konstitusi di Republik Indonesia," kata Liliek di Istana Negara, Jakarta, Jumat.
Terkait tugas ke depan, Liliek menyebut tidak ada penugasan khusus yang diberikan kepadanya. Dia menegaskan posisinya saat ini adalah melanjutkan tugas yang sebelumnya diemban Hakim MK Anwar Usman.
Baca juga: Prabowo saksikan pengucapan sumpah Liliek Prisbawono sebagai Hakim MK
"Secara spesifik tidak ada tugas khusus yang disampaikan kepada saya. Saya hanya menggantikan Prof. Anwar Usman yang telah 15 tahun bertugas sebagai Hakim Konstitusi," katanya.
Mengenai visi yang akan dibawanya di Mahkamah Konstitusi, Liliek menekankan pentingnya menjaga konstitusi dengan semangat kenegarawanan.
Liliek Prisbawono Adi resmi dilantik sebagai Hakim Konstitusi untuk menggantikan Prof. Dr. Anwar Usman yang telah menyelesaikan masa tugasnya selama 15 tahun di Mahkamah Konstitusi (MK).
Baca juga: Menteri Yusril tiba di Istana hadiri sumpah jabatan hakim MK baru
Seusai pelantikan, Liliek menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban jabatan tersebut. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof. Dr. Sunarto yang telah memberikan kepercayaan tersebut.
Penetapan Liliek Prisbawono Adi sebagai Hakim MK tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 36P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Hakim Konstitusi yang diajukan oleh Mahkamah Agung (MA).
Baca juga: Anwar Usman bacakan putusan MK untuk yang terakhir
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.