Jakarta (ANTARA) - Band G-Pluck Beatles mendapat penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) karena totalitas dan konsistensi mereka dalam melestarikan karya-karya The Beatles, band rock berpengaruh asal Inggris.

"Penghargaan MURI ini adalah sebuah kehormatan yang luar biasa bagi seluruh keluarga besar G-Pluck," kata Awan Garnida selaku pendiri G-Pluck Beatles dalam siaran pers yang diterima di Jakarta pada Jumat.

"Ini bukan hanya sekadar pencapaian band semata, tetapi juga bentuk apresiasi tertinggi terhadap ekosistem musik dan seluruh komunitas pecinta The Beatles di Indonesia," katanya.

Awan menyampaikan bahwa penghargaan dari MURI menjadi penyemangat band untuk mempertahankan keaslian dan totalitas dalam berkarya.

Baca juga: G-Pluck manggung di klub tempat The Beatles awali karier

G-Pluck berharap dapat menginspirasi musisi-musisi yang lain untuk berkarya dengan totalitas.

Tribute band The Beatles itu dikenal dengan totalitas penampilan mereka, tampil dengan kostum dan gaya rambut era '65 saat menyuguhkan karya-karya musik ​​​​​​​The Beatles.

Selama 30 tahun, G-Pluck tidak hanya membawakan repertoar The Beatles, tetapi juga menghidupkan semangat dan gaya panggung grup tersebut.

Mereka juga menggunakan instrumen yang merepresentasikan era kejayaan grup beranggotakan John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr itu.

Kemampuan G-Pluck sudah diakui. Mereka pernah menjadi perwakilan Indonesia dan Asia dalam ajang musik The International Beatleweek Festival di Liverpool, Inggris.

Baca juga: El Rumi meriahkan panggung penutup G-Pluck di Beatleweek Festival

Baca juga: G-Pluck hadirkan malam magis, mainkan repertoar tiga era The Beatles

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.