Surabaya (ANTARA) - Pelatih Singapura Ashraf Ariffin menyiapkan strategi berbeda untuk melakoni laga di Grup C pada ajang Piala AFF U-17 yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan Stadion Joko Samudro Gresik, Jawa Timur pada 11-24 April 2026.
"Dibutuhkan kesiapan menyeluruh untuk menghadapi setiap pertandingan," kata Ashraf saat konferensi pers prapertandingan Piala AFF U-17 2026, di Surabaya, Jumat.
Ia menjelaskan, timnya telah menjalani persiapan matang setelah tiba lebih awal di Indonesia dan beradaptasi dengan kondisi setempat.
Bahkan, kata dia, proses adaptasi tim berjalan baik dalam dua hari terakhir selama berada di Surabaya.
Namun, lanjutnya, persiapan tim tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat di Surabaya, tetapi juga melalui proses panjang yang melibatkan kerja keras dan komitmen para pemain selama beberapa bulan terakhir.
"Persiapan ini bukan hanya tentang keberadaan kami di sini sekarang, tapi juga tentang kerja keras dan tingkat komitmen yang telah kami bangun selama beberapa bulan terakhir," ujarnya.
Di sisi lain, ia menegaskan turnamen ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan pemain muda menuju level yang lebih tinggi.
Menurut dia, pengalaman bertanding di level internasional akan sangat berharga bagi perkembangan pemain.
“Ini hanyalah satu langkah dalam pengembangan jangka panjang mereka sebagai pesepakbola,” ucapnya.
Dia menambahkan para pemain diharapkan dapat menikmati atmosfer kompetisi sekaligus meningkatkan kualitas diri selama turnamen berlangsung di Surabaya.
“Hal terpenting bagi para pemain adalah merasakan atmosfer kompetisi ini di Surabaya,” tuturnya.
Singapura akan berhadapan dengan Kamboja pada babak penyisihan grup C Piala AFF U-17 2026, yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, pada Sabtu (11/4), pukul 19:30 WIB.
Baca juga: Pelatih Kamboja: Persaingan Grup C Piala AFF U-17 cukup ketat
Pewarta: Indra Setiawan/Naufal Ammar Imaduddin
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.