Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mulai bersiap menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiagakan personel dan peralatan di sejumlah titik rawan.
Bupati Muara Enim Edison saat diwawancarai di Palembang, Jumat, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menetapkan status siaga darurat karhutla. Namun, langkah kesiapsiagaan tetap dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini.
“Status siaga darurat memang belum ditetapkan, tapi personel dan peralatan selalu kami siagakan untuk mengantisipasi karhutla,” katanya.
Ia menjelaskan penempatan personel, peralatan, dan armada pemadam kebakaran akan diperbanyak di titik-titik rawan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan maksimal.
Baca juga: Pemkab OKI terima bantuan Rp1,59 miliar untuk pengendalian karhutla
Wilayah yang selama ini kerap terjadi karhutla akan menjadi prioritas pengawasan. Selain itu, patroli rutin juga dilakukan guna mencegah munculnya titik api.
Pemerintah daerah juga memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri dalam upaya penanggulangan karhutla.
“Selain menetapkan status siaga, kita juga akan fokus menyiagakan unit-unit pemadam kebakaran dan personel di daerah rawan. Ada beberapa daerah seperti Gelumbang, Muara Belida, dan lainnya,” kata dia.
Terkait penetapan status siaga darurat karhutla, pihaknya memastikan akan dilakukan pada pertengahan Mei 2026 setelah terlebih dahulu menggelar apel kesiapsiagaan bencana.
Baca juga: BMKG: Musim kemarau di Sumsel mulai Mei 2026, puncaknya Juli-Agustus
“Sekitar minggu kedua Mei nanti surat keputusan siaga karhutla ditetapkan. Kita juga menunggu arahan dari pemerintah pusat dan provinsi untuk langkah penanganan,” kata Edison.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.