Kami memandang Oman sebagai bagian dari rencana ini, bukan sebagai dasar.
Teheran (ANTARA) - Iran mempertimbangkan kemungkinan untuk menjalin kesepakatan dengan Oman terkait pengendalian Selat Hormuz, meskipun Teheran menilai Muscat sebagai "bagian dari" dan bukan "dasar dari" rencana pengelolaan jalur perairan tersebut, kata Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi pada Jumat.
Pada Rabu (8/4), Menteri Transportasi, Komunikasi, dan Teknologi Informasi Oman Saeed al Maawali mengatakan bahwa kapal yang melintasi Selat Hormuz seharusnya tidak dikenakan biaya berdasarkan perjanjian maritim internasional, karena selat tersebut merupakan jalur perairan alami.
Ia menambahkan bahwa sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Iran, belum menandatangani perjanjian navigasi maritim, sehingga menimbulkan celah hukum terkait isu tersebut.
"Pemerintah dapat—sebagai kelanjutan dari rencana pengendalian Selat Hormuz, jika diperlukan—menjalin kesepakatan dengan Pemerintah Oman dan parlemen akan memberikan suara untuk pengesahannya. Kami memandang Oman sebagai bagian dari rencana ini, bukan sebagai dasar. Kami tidak akan meminta pendapat Oman terkait pandangan kami mengenai Selat Hormuz," kata Azizi seperti dikutip lembaga penyiaran negara Iran IRIB.
Baca juga: Starmer, Trump bahas pemulihan pelayaran di Selat Hormuz
Financial Times, Rabu, mengutip juru bicara resmi Serikat Eksportir Minyak, Gas, dan Produk Petrokimia Iran Hamid Hosseini yang mengatakan bahwa Iran siap mengizinkan kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz dengan tarif sebesar 1 dolar AS untuk setiap barel minyak yang diangkut.
Sementara itu, Selasa (7/4), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menyepakati gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi pun, Rabu, menyatakan bahwa Selat Hormuz, yang menangani sekitar 20 persen pasokan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair, akan kembali dibuka.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Pemerintah Moldova hanya miliki cadangan bensin untuk 16 hari
Baca juga: Trump desak Iran setop pungut tarif transit kapal tanker di Hormuz
Penerjemah: Primayanti
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.