Madiun (ANTARA) - PT Industri Kereta Api atau PT INKA (Persero) mengirimkan sebanyak 60 unit gerbong datar yang merupakan bagian dari pesanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dengan tujuan Palembang.
Senior Manager Hubungan Masyarakat dan Kantor Perwakilan PT INKA (Persero) Hartono di Madiun, Jumat, mengatakan pengiriman tersebut merupakan rangkaian kereta atau trainset ke-14 (TS-14) dalam kontrak pengadaan 1.125 unit gerbong datar antara PT INKA dan PT KAI yang seluruhnya diproduksi di pabrik PT INKA Banyuwangi.
"Pengiriman dilakukan melalui jalur darat menggunakan 30 unit trailer dengan estimasi waktu tempuh sekitar empat hari hingga tiba di Palembang," ujar Hartono.
Menurut dia, pengiriman pesanan tersebut dilakukan secara bertahap sebanyak 60 gerbong per rangkaian sesuai skema kontrak yang telah disepakati.
"Pengiriman dilakukan per 60 gerbong, dan ini merupakan yang ke-14 rangkaian kereta atau TS ke-14," kata Hartono.
Ia mengatakan seluruh produksi gerbong datar tersebut dilaksanakan 100 persen di Pabrik INKA Banyuwangi. Hal itu menjadikan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan kapasitas produksi industri perkeretaapian nasional di luar fasilitas utama Madiun.
"Ini 100 persen Made in Banyuwangi. Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan masyarakat Banyuwangi, sudah 14 TS berhasil dikirim ke Palembang," katanya.
INKA menargetkan pengiriman mencapai 19 rangkaian (TS) hingga pertengahan tahun 2026, atau setara dengan 1.125 unit gerbong yang dikirimkan dari Pabrik Banyuwangi ke Palembang.
Sejauh ini tersisa 295 gerbong datar lagi yang dikerjakan dengan pengiriman dibagi menjadi lima tahap. Hartono mengaku optimistis target penyelesaian di pertengahan tahun tersebut dapat tercapai.
"Estimasi pengiriman untuk kali ini adalah empat hari perjalanan dengan 30 trailer. Mohon doanya agar semua lancar dan PT INKA di Banyuwangi semakin besar," katanya.
Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.