Hasil dari kesepakatan ini diarahkan pada peningkatan signifikan jumlah mahasiswa internasional
Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin dan Anhui Fuxin Education Consulting Co Ltd berkolaborasi menarik mahasiswa asal Tiongkok untuk melanjutkan pendidikan di Unhas Makassar.
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa di Makassar, Jumat, mengatakan kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan kolaborasi pendidikan lintas negara yang berorientasi pada penguatan kapasitas akademik, mobilitas mahasiswa, serta integrasi dengan ekosistem pendidikan dan industri global.
“Kolaborasi ini kami posisikan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem akademik global yang terintegrasi. Tidak hanya pada pertukaran mahasiswa, tetapi juga mencakup kolaborasi riset, pengembangan program studi, hingga keterlibatan industri dalam mendukung proses pembelajaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof JJ menyampaikan bahwa hasil dari kesepakatan ini diarahkan pada peningkatan signifikan jumlah mahasiswa internasional.
Baca juga: KLH dan Unhas kolaborasi untuk ketahanan iklim berbasis sains
Unhas menargetkan dalam beberapa tahun ke depan hingga 1.000 mahasiswa Tiongkok dapat menempuh pendidikan di Unhas melalui berbagai skema program yang disusun secara bersama dan berkelanjutan.
Chairman Anhui Fuxin Education Consulting Co Ltd, Sun Xiaoxing, menjelaskan, kemitraan ini dirancang sebagai model kolaborasi pendidikan lintas negara yang terintegrasi dan adaptif terhadap kebutuhan global.
Menurutnya, Unhas memiliki kapasitas akademik dan potensi kelembagaan yang kuat untuk menjadi tujuan utama mahasiswa Tiongkok di kawasan Asia Tenggara.
“Kerja sama ini kami bangun di atas fondasi yang sudah ada, di mana saat ini terdapat sekitar 40-an mahasiswa asal Tiongkok yang tengah menempuh pendidikan di Unhas," katanya.
Fuxin Education akan mendorong keterlibatan mitra industri dari Tiongkok dalam mendukung pelaksanaan program, termasuk membuka peluang magang serta riset kolaboratif lintas sektor.
"Ke depan, jumlah tersebut akan terus kami tingkatkan secara bertahap melalui pengembangan program bersama yang lebih terstruktur dan berkelanjutan,” lanjut Sun Xiaoxing.
Baca juga: Akademisi dorong negara perkuat tanggung jawab HAM di sektor nikel
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.