Jakarta (ANTARA) - Organisasi kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) menyambut gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran serta berharap langkah tersebut dapat menjadi permanen.
"Semoga menjadi gencatan senjata permanen agar tercipta stabilitas regional bahkan global, terlebih umat Islam akan memasuki musim haji," kata Ketua Presidium AWG M. Anshorullah di Jakarta, Jumat (10/4).
AWG juga mengapresiasi peran Pakistan sebagai mediator yang mendorong kedua pihak menyepakati gencatan senjata dan menggelar pertemuan di Islamabad.
Menurut AWG, kesepakatan tersebut perlu diawasi oleh komunitas internasional agar dapat dijalankan oleh semua pihak.
"Oleh karena itu, PBB dan negara-negara di dunia harus benar-benar memastikan kesepakatan ini ditaati oleh semua pihak, terutama Zionis Israel," katanya.
AWG turut menyoroti situasi di Gaza yang dinilai masih diwarnai kekerasan meski ada gencatan senjata.
Selain itu, AWG mengapresiasi sikap Iran dan menilai dukungan internasional terhadap negara tersebut meningkat.
AWG juga mengkritik kebijakan Israel di kawasan Timur Tengah yang dinilai memperburuk situasi.
"Eksistensi kolonialisme mereka di Palestina yang diwujudkan dalam politik apartheid dan rasis merupakan anomali dari tujuan keadilan dan perdamaian dunia. Mereka adalah musuh kemanusiaan yang harus segera dimusnahkan," katanya.
Dalam pernyataan terpisah, AWG juga mengutuk serangan udara Israel ke Lebanon pada awal periode gencatan senjata.
"Ini adalah kejahatan genosida seperti yang mereka lakukan di Gaza. Zionis Israel harus diadili, diseret ke Mahkamah Internasional," kata organisasi itu.
Baca juga: AWG kutuk UU vonis mati Israel bagi Palestina, serukan aksi global
Baca juga: AWG sampaikan dukacita atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.