Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza mengingatkan pemainnya untuk bisa lebih mengontrol emosi di lapangan, setelah kini Macan Kemayoran menjadi tim kedua yang mengoleksi kartu merah terbanyak di BRI Super League 2025/2026.

Dari 26 pertandingan, delapan kartu merah didapatkan oleh Persija. Jumlah ini hanya terpaut satu kartu merah yang dimiliki oleh Arema sebagai klub dengan kartu merah terbanyak.

Hal ini dikatakan Mauricio dalam jumpa pers pra-pertandingan melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat. Laga pekan ke-27 ini dimainkan Sabtu (11/10) malam pukul 19.00 WIB.

“Kami selalu menekankan untuk memulai dan mengakhiri pertandingan dengan 11 pemain. Kami tahu kerugian yang kami alami akibat kartu merah," kata Mauricio.

Jordi Amat menjadi pemain terbanyak di daftar ini dengan dua kartu merah. Kartu merah terakhir yang didapatkan Jordi adalah pada laga terakhir saat Persija kalah 2-3 dari tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Enam pemain lain yang mendapatkan kartu merah adalah Allano, Rio Fahmi, Figo Dennis, Fabio Calonego, Bruno Tubarao, dan Aditya Warman.

Baca juga: Kesampingkan persaingan juara, Persija fokus tiga poin vs Persebaya

Dari delapan kartu merah dalam delapan pertandingan ini, Persija menelan tiga kekalahan, satu kali imbang, dan tiga kali kemenangan. Ada pun, persentase kekalahan ketika ada yang terkena kartu merah terbilang besar, yaitu 50 persen dari total enam kekalahan yang dialami Persija sejauh ini.

Maurico menyebut kurangnya kontrol emosi di lapangan yang berujung kartu merah, atau pun hanya kartu kuning, sangat merugikan timnya.

"Beberapa pertandingan gagal kami menangkan, bahkan hampir kehilangan hasil karena hal itu. Dan yang lebih buruk, kartu-kartu itu bukan karena pelanggaran taktis atau keras, tetapi karena kurangnya kontrol," kata pelatih asal Brasil itu.

"Kami harus memahami betapa merugikannya hal itu bagi tim. Yang bisa kami lakukan adalah terus mengingatkan pemain agar lebih mengontrol emosi di lapangan," kata dia.

Kerugian-kerugian akibat kartu yang didapatkan pemainnya menyebabkan Persija menjauh dari persaingan juara karena tertahan di posisi ketiga klasemen dengan 52 poin.

Mereka terpaut lima poin dari Borneo FC di posisi kedua, lalu sembilan poin dari Persib Bandung yang memuncaki klasemen.

Baca juga: Bepe yakin peluang juara Persija belum tertutup

Baca juga: Jadwal Super League: Bisakah Persija bangkit dan Persib jaga tren?

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.