...Perlindungan satwa liar merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan alam bagi generasi mendatang

Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memutus rantai perdagangan dan penyelundupan satwa liar dilindungi yang kerap memanfaatkan wilayah perairan Banten sebagai jalur perlintasan internasional.

Gubernur Banten, Andra Soni, di Kota Serang, Jumat, menekankan bahwa posisi strategis Banten sebagai pintu gerbang perlintasan nasional dan internasional menjadikannya titik rawan praktik ilegal, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat dan terintegrasi.

"Pengawasan harus diperkuat melalui kolaborasi antara TNI, Polri, kementerian, serta pemerintah daerah. Tidak bisa sendiri-sendiri, semua pihak harus terlibat agar tindakan ilegal seperti ini bisa dicegah sejak dini,” ujar Andra Soni.

Pernyataan tersebut merespons keberhasilan Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten yang menggagalkan penyelundupan 780 kilogram sisik trenggiling dari kapal asing berbendera Vietnam di perairan Merak, Rabu (8/4). Barang bukti tersebut diperkirakan bernilai Rp46,8 miliar.

Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Banten berkomitmen untuk tidak memberikan ruang sedikit pun bagi praktik perdagangan ilegal yang mengancam kelestarian lingkungan hidup dan kekayaan hayati Indonesia.

Baca juga: TNI AL gagalkan penyelundupan sisik trenggiling di perairan Banten

Andra Soni menjelaskan bahwa trenggiling (Manis javanica) merupakan satwa dengan status terancam punah (critically endangered). Perlindungan terhadap satwa ini menjadi prioritas karena perannya yang vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

"Kita harus benar-benar menjaga agar satwa ini tidak punah. Perlindungan satwa liar merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan alam bagi generasi mendatang," tegasnya.

Sementara itu, Komandan Lanal Banten, Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro, menyatakan pihaknya terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan internasional dalam kasus tersebut.

TNI AL berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli rutin, seperti yang dilakukan oleh KAL Anyer I-3-64, guna mencegah segala bentuk eksploitasi ilegal di wilayah laut Banten. Sinergi ini diharapkan menjadi momentum kuat dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus perlindungan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Baca juga: Bea Cukai Priok gagalkan ekspor ilegal 3,05 ton sisik trenggiling

Baca juga: Karantina Kalsel gagalkan penyelundupan 179 ekor kura-kura dilindungi

Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.