Jakarta (ANTARA) - Polisi mengusut kelompok remaja bersenjata tajam yang menyerang permukiman warga di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Kejadian dua hari lalu (Rabu (8/4)) itu sudah kita terima laporan, sudah kita cek," kata Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Nur Aqsha saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Namun demikian, Aqsha menyebut bahwa tidak terjadi kontak fisik dalam insiden penyerangan tersebut, meskipun dalam video yang beredar, kelompok remaja itu ramai-ramai meneror permukiman warga.

Mereka membawa sejumlah senjata tajam jenis corbek atau celurit hingga gayung yang diduga berisi air keras, berdasarkan unggahan video yang viral di media sosial.

"Anak-anak itu informasinya seperti mau serang. Tapi kan tidak ada kontak fisik yang terjadi," tutur Aqsha.

Sementara itu, terkait dengan air keras yang disebut dalam video itu disiram ke arah rumah warga, Aqsha menyebut bahwa tidak ada korban dari warga setempat.

"Tidak ada korban. Jadi air keras itu ditumpahin di jalan itu, cuma untuk sekadar menakut-nakuti," tutur dia.

Aqsha pun membenarkan bahwa bekas siraman tersebut masih tersisa di lokasi.

"Cuma memang ada bekas, bekas kayak air gitu ya, ditumpahin di jalan di situ. Cuma masih kita dalami," terang Aqsha.

Dalam video viral yang diunggah oleh akun Instagram @gema.jakarta, sekelompok remaja tampak menyerang menuju permukiman warga.

Sebagian besar remaja itu membawa senjata tajam, sedangkan seorang remaja nampak membawa gayung berwarna biru yang diduga dalam video berisi air keras.

Kelompok remaja itu tiba-tiba berlarian hingga pemegang gayung menyiram air kerasnya ke arah rumah warga.

Meski tidak terjadi kontak fisik, sejumlah warga akhirnya keluar dari rumah dan menunjukkan bekas air keras yang disiramkan kelompok remaja itu.

Baca juga: DKI libatkan remaja lewat Program "PIK-R" cegah kekerasan sejak dini

Baca juga: Polisi tangkap 17 remaja konvoi bawa kembang api di Pesanggrahan

Baca juga: Berantas "dodol" untuk cegah tawuran hingga begal

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.