Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya menanggapi soal Jakarta yang didapuk sebagai kota teraman nomor dua di dunia se-Asia Tenggara menurut Global Residence Index edisi 2026.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebutkan hal tersebut tidak hanya hasil kerja keras kepolisian, TNI dan pemerintah saja, namun juga masyarakat yang turut menciptakan rasa aman.
"Tetapi ini wujud kesadaran masyarakat juga untuk bisa menciptakan rasa aman dan memberi ruang kepada seluruh kaum rentan, terutama perempuan dan anak berada di posisi aman setiap berjalan kaki di area-area publik," katanya.
Budi mengimbau agar masyarakat dan aparat bersama-sama memberikan rasa aman dan nyaman, baik di ruang publik maupun di ruang digital.
"Bukan hanya diciptakan dari patroli kegiatan kepolisian termasuk sinergi dengan teman-teman TNI dan pemerintah kementerian-lembaga, tetapi ada perlakuan yang dilakukan oleh kita pribadi untuk menjaga jiwa raga harta benda kita sendiri," ucap Budi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengaku terkejut Jakarta bisa menduduki posisi kedua sebagai kota teraman se-ASEAN menurut Global Residence Index edisi 2026.
“Itu saya sebenarnya juga surprise. Jakarta yang selama ini selalu di bawah Bangkok, Manila dan Kuala Lumpur, sekarang Jakarta posisi kedua, setelah Singapura,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/4).
Pramono mengatakan, pencapaian tersebut bisa diraih oleh Jakarta karena pada beberapa momen besar keagamaan yang lalu, ibu kota bisa menjaga keamanan dan keharmonisan.
Misalnya seperti christmas carol saat perayaan Natal, Cap Go Meh saat Imlek, pawai obor dan festival bedug saat Ramadhan dan Idul Fitri, hingga pawai ogoh-ogoh saat Nyepi.
“Alhamdulillah menunjukkan kuatnya keberagaman yang ada di Jakarta. Itu juga menjadi etalase atau simbol tentang Jakarta sendiri,” ujar Pramono.
Dia pun menekankan agar keamanan dan kenyamanan di Jakarta dapat terus dijaga dan ditingkatkan bersama-sama.
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.