Penggunaan daun jati maupun daun pisang sebagai alternatif kemasan makanan, dapat dilakukan karena bahan tersebut mudah diperoleh
Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengampanyekan pemanfaatan daun jati maupun daun pisang sebagai pembungkus makanan untuk menggantikan plastik sekali pakai yang harganya saat ini meningkat.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman di Cirebon, Jumat, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah, dalam mengurangi timbulan sampah plastik.
Ia menyampaikan, persoalan sampah plastik di daerah saat ini sudah menjadi isu serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat dan pelaku usaha.
“Cirebon memiliki kearifan lokal dalam penggunaan daun jati dan daun pisang sebagai pembungkus makanan. Ini bisa kembali dioptimalkan karena lebih ramah lingkungan,” katanya.
Baca juga: KLH dorong reaktivasi fasilitas pengelolaan sampah di Lampung
Ia menyampaikan, penggunaan daun jati maupun daun pisang sebagai alternatif kemasan makanan, dapat dilakukan karena bahan tersebut mudah diperoleh.
Praktik penggunaan daun jati, kata dia, telah lama dikenal dalam tradisi kuliner lokal, seperti pada sajian nasi jamblang yang identik dengan pembungkus daun.
Menurut dia, kenaikan harga plastik dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengubah kebiasaan masyarakat agar beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan.
Selain kampanye pengurangan plastik, pemerintah daerah juga melakukan pemetaan terhadap lokasi pembuangan sampah liar agar upaya penanganan lebih terarah.
Baca juga: TNBTS ajak wisatawan di Bromo terapkan gerakan "bawa turun sampahmu"
Ia menyebutkan hasil pendataan sementara menunjukkan terdapat sekitar 40 titik sampah liar, yang tersebar di wilayah Kabupaten Cirebon.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 titik berada di wilayah barat dan 18 titik lainnya berada di wilayah timur Cirebon,” katanya.
Ia menegaskan, pengurangan penggunaan plastik dari sumbernya dinilai sebagai langkah paling efektif dalam jangka panjang.
“Kami pun membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat dan pelaku usaha agar peralihan ke kemasan ramah lingkungan dapat berjalan optimal,” katanya.
Sementara itu, Ridwan, salah satu pedagang nasi jamblang di Cirebon, menyebutkan penggunaan daun jati dalam kuliner khas daerah tersebut saat ini masih dipertahankan.
Daun jati, kata dia, sudah menjadi identitas dan keunikan dari proses penyajian nasi jamblang di Cirebon.
“Kalau harga bahan plastik memang sekarang naik. Misal kantong plastik, yang tadinya Rp9 ribu, sekarang Rp13 ribu per kemasan. Jadi adanya daun jati, mungkin bisa jadi alternatif,” katanya.
Baca juga: Danantara pastikan dukung proyek pembangunan PSEL di Kota Jambi
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.