Jakarta (ANTARA) - Petugas gabungan melakukan penertiban parkir liar di Jalan Puri Kembangan, Jakarta Barat, Jumat, sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat.
Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Agus Prasetyo mengatakan penertiban dilakukan setelah masyarakat mengeluhkan maraknya parkir liar di kawasan tersebut.
“Penertiban ini kami lakukan di kawasan Puri, CNI dan sekitarnya karena menjadi perhatian masyarakat. Ada delapan motor yang kami angkut, sementara sekitar 80 kendaraan kami cabut pentilnya agar menimbulkan efek jera,” ujar Agus kepada wartawan di lokasi, Jumat.
Meski telah terpasang rambu larangan parkir, banyak kendaraan roda dua yang nekat parkir di bahu jalan.
Kedatangan petugas membuat sejumlah pengendara sepeda motor yang sebelumnya memarkirkan kendaraannya secara tidak beraturan, panik dan mereka berusaha memindahkan kendaraan.
Agus menjelaskan keterbatasan armada derek menjadi salah satu alasan tidak semua kendaraan dapat langsung diangkut.
Kendati demikian, tindakan pencabutan pentil diharapkan dapat memberi efek jera bagi pelanggar.
Agus menambahkan kendaraan yang diangkut akan dibawa ke kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat.
Pemilik kendaraan diwajibkan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi pelanggaran serupa.
"Karena kita kondisinya truknya hanya satu, kita angkut delapan motor. Sisanya kita operasi cabut pentil agar masyarakat jera," kata dia.
Petugas juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas dan tidak memarkir kendaraan di tempat terlarang demi menjaga ketertiban serta kelancaran arus lalu lintas.
Baca juga: Sudinhub Jaksel sanksi petugas ubah "timestamp" parkir liar di JAKI
Baca juga: Pemprov DKI segera tertibkan parkir liar di beberapa wilayah
Baca juga: Pemkot Jaktim perkuat pembinaan usai aduan parkir liar di Kalisari
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.