Jakarta (ANTARA) - Tumpukan sampah yang sempat menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur tuntas diangkut secara bertahap dan intensif oleh Perumda Pasar Jaya pada Jumat.

"Penanganan sampah dilakukan secara intensif dan berkelanjutan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, terutama pedagang dan pengunjung," kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan di Jakarta, Jumat.

Pengangkutan yang dilakukan selama 2-10 April 2026 ini melibatkan ratusan armada untuk memastikan sampah terangkut dan kondisi pasar kembali bersih serta nyaman bagi aktivitas perdagangan.

Agus menyebut langkah cepat ini merupakan tindak lanjut komitmen perusahaan dalam menjaga kebersihan lingkungan pasar.

"Langkah ini untuk kebersihan khususnya di kawasan strategis seperti Pasar Induk Kramat Jati yang memiliki volume aktivitas tinggi setiap harinya," ujar Agus.

Selama periode tersebut, Perumda Pasar Jaya mencatat telah mengerahkan total 228 rit pengangkutan sampah, yang terdiri dari 212 unit tronton dan 16 unit typar.

Peningkatan jumlah armada ini menjadi respons atas lonjakan volume sampah yang terjadi seiring tingginya aktivitas pasar.

Selain itu, Agus menjelaskan pengangkutan dilakukan setiap hari dengan frekuensi tinggi guna memastikan tidak ada lagi penumpukan sampah yang berpotensi mengganggu kenyamanan maupun kesehatan lingkungan.

"Hingga kini, proses pengangkutan masih terus berlangsung untuk memastikan kondisi tetap terkendali," ucap Agus.

Upaya penanganan ini juga melibatkan kolaborasi erat dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Sinergi tersebut dinilai penting agar pengangkutan dan pengelolaan sampah berjalan efektif, tepat waktu, dan sesuai standar kebersihan lingkungan.

Agus juga menegaskan keberhasilan mengatasi tumpukan sampah ini tidak hanya bergantung pada pengangkutan semata, tetapi juga kesadaran bersama.

Oleh karena itu, Perumda Pasar Jaya terus menggencarkan edukasi kepada pedagang dan pengunjung agar lebih bijak dalam mengelola sampah.

"Selain pengangkutan rutin, kami juga mendorong perubahan perilaku melalui edukasi agar kebersihan pasar bisa terjaga secara berkelanjutan," ucap Agus.

Sebagai langkah jangka panjang, Pasar Jaya mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan sampah, di antaranya melalui uji coba teknologi hidrolisis termal (thermal hydrolysis) serta pengembangan sistem Manajemen Sampah Zero (MASARO) yang memungkinkan pengolahan sampah langsung dari sumbernya.

Inovasi tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir serta menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Dengan penanganan intensif dan strategi berkelanjutan ini, Pasar Induk Kramat Jati diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi pangan terbesar, tetapi juga mampu menjadi percontohan pasar bersih, sehat, dan nyaman di ibu kota.

Sebelumnya, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya menargetkan penanganan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, rampung dalam waktu tiga hari ke depan, yakni pada Jumat.

Target tersebut merupakan tindak lanjut atas tenggat waktu yang diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta terkait percepatan penanganan persoalan sampah di kawasan pasar terbesar di ibu kota tersebut.

Tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek, Pasar Jaya juga berkomitmen membangun sistem yang lebih berkelanjutan demi menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan pasar.

Baca juga: Pengolahan sampah mandiri di Pasar Kramat Jati mulai beroperasi 2027

Baca juga: Pasar Jaya sudah angkut 2 ribuan ton sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Baca juga: Gubernur DKI perintahkan pasar Jakarta lebih bersih, soroti sampah di Kramat Jati

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.