Jangan sampai peternak kita yang kecil terganggu oleh harga ayam yang turun. Tentu kita akan terus bergerak karena memang ini fasenya pasti akan ada penurunan setelah habis Lebaran,
Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan menjaga stabilitas harga ayam hidup melalui intervensi multipihak dengan menggandeng pelaku usaha bibit ayam (day old chick/DOC) serta pakan guna menahan pelemahan harga usai Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Untuk mengatasi kondisi harga ayam hidup yang mulai memperlihatkan pelemahan usai Ramadhan dan Idul Fitri, pemerintah akan bersinergi dengan segenap pelaku usaha yang bergerak di bibit ayam dan juga pakan," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Ia menegaskan, hal itu sebagai upaya agar peternak unggas tidak terdampak lebih jauh sebagai salah satu implikasi fase pasca-Idul Fitri 2026.
Ketut mengaku telah mendapat arahan dari Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar segera memanggil pelaku usaha di sektor DOC maupun pakan termasuk pemain skala besar guna mengendalikan harga ayam hidup.
Baca juga: Kementan perkuat pengaturan produksi ayam demi lindungi peternak
"Jangan sampai peternak kita yang kecil terganggu oleh harga ayam yang turun. Tentu kita akan terus bergerak karena memang ini fasenya pasti akan ada penurunan setelah habis Lebaran," beber Ketut.
Dalam pantauan Bapanas, Ketut menyebutkan rata-rata harga ayam hidup di beberapa daerah tercatat mengalami fluktuasi dari harga di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen yang telah ditetapkan pemerintah. HAP ayam hidup di tingkat produsen ditetapkan maksimal di Rp25.000 per kilogram (kg).
Sumatera Selatan terpantau di Rp21.938 per kilogram (kg) atau 12,25 persen di bawah HAP produsen. Namun harga ayam hidup di Sulawesi Selatan terpantau masih cukup tinggi di Rp27.409 per kg atau 9,64 persen melampaui HAP.
Untuk rata-rata harga ayam hidup secara nasional berada di kisaran Rp24.076 per kg atau 3,7 persen berada tipis di bawah HAP produsen.
Baca juga: Bapanas awasi importir dan distributor kedelai agar sesuai HAP
Di samping itu, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis inflasi bulan Maret menyebutkan daging ayam ras menjadi komoditas komponen harga bergejolak dengan andil tertinggi, baik inflasi secara bulanan maupun tahunan.
Sampai pekan terakhir Maret, Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras memang tercatat cukup signifikan dengan 237 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan.
Namun demikian, pergerakan kenaikan IPH daging ayam ras sampai awal April mulai mereda. Dari sebelumnya ada kenaikan IPH di 237 kabupaten/kota, kemudian menurun menjadi 148 kabupaten/kota. Begitu pula jumlah daerah dengan penurunan IPH daging ayam ras yang telah meningkat menjadi 125 kabupaten/kota.
Ketut mengatakan, pemerintah terus menjaga keseimbangan harga mulai dari hulu sampai hilir. Prinsip kewajaran harga untuk setiap lini rantai pasok penting untuk diimplementasikan.
Baca juga: Bapanas: Harga kedelai mahal di Jakarta bukan dari distributor resmi
"Tapi harus berimbang. Tatkala di hulunya menurun, tentu kita harapkan di hilir ini juga harus turun. Jangan sampai di hulunya turun, kemudian hilirnya masih harga tinggi. Nah ini kasihan yang peternaknya," ucap Ketut.
Pemerintah berharap dengan sinergi erat bersama-sama para pelaku usaha yang terkait dapat mewajarkan kembali harga produk unggas. Kepastian penyerapan atau offtake menjadi hal penting yang harus dipastikan pemerintah.
"Oleh karena itu, kita akan tata, kita akan kumpulkan kembali. Kita akan koordinasi dengan para peternak, pelaku usaha besar, yang kita harapkan bisa meng-offtake daripada harga-harga yang ada di peternak, sehingga harganya mulai wajar," ucap Ketut.
Selain itu, pemerintah telah menyiapkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan sebagai upaya agar setidaknya dapat menekan biaya pokok produksi para peternak.
Baca juga: Bapanas pastikan jaga keseimbangan harga pangan di produsen-konsumen
Adapun untuk program SPHP jagung pakan tahun 2026, anggaran yang telah disiapkan pemerintah sebanyak Rp678 miliar. Total alokasi salur mencapai 242 ribu ton untuk membantu peternak unggas dan non-unggas dalam memperoleh jagung pakan berkualitas dengan harga lebih terjangkau.
Terpisah, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, sebagai solusi jangka pendek hingga jangka panjang pihaknya membangun pabrik pakan dan DOC dalam mengatasi fluktuasi harga daging ayam ras,
“Solusi permanen adalah membangun pabrik-pabrik pakan dan DOC, itu milik pemerintah. Jangka pendek kami akan panggil tolong pabrik pakan. Jangan naikkan harga,” kata Amran.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.