Kami, rakyat dan pemerintah, bertekad untuk berjalan bersama ...
Bangkok (ANTARA) - Presiden Myanmar Min Aung Hlaing, dalam pidato pelantikannya pada Jumat, menyerukan persatuan antara pemerintahan yang baru terpilih secara demokratis dan rakyat dalam menjalankan tugas memperkuat sistem demokrasi multipartai di negara tersebut.
"Setelah melangkah tahap demi tahap di jalur kembali menuju sistem demokrasi multipartai dalam kerangka ketentuan konstitusi terkait masa darurat, kami telah berhasil mempersiapkan dan menyelenggarakan pemilu demokratis multipartai yang adil dan layak," kata Min Aung Hlaing.
Kini, kata Presiden Aung Hlaing, Myanmar bergerak menuju masa depan yang lebih baik.
"Kami, rakyat dan pemerintah, bertekad untuk berjalan bersama serta mengatasi semua kesulitan, baik yang berasal dari persoalan global maupun domestik," tambahnya.
Baca juga: Min Aung Hlaing lanjutkan kekuasaan sebagai Presiden Myanmar
Dia juga menegaskan bahwa melindungi sistem demokrasi multipartai akan menjadi tugas paling penting bagi pemerintahannya.
Pemilihan umum (pemilu) pertama sejak 2020 di Myanmar digelar dalam tiga tahap pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, setelah hampir lima tahun pemerintahan militer di bawah status darurat diberlakukan akibat ancaman keamanan nasional pada Februari 2021 lalu.
Pemilu tersebut dimenangkan oleh Partai Persatuan, Solidaritas, dan Pembangunan—yang sebelumnya memimpin pemerintahan Myanmar pada periode 2011 hingga 2015—dengan mantan jenderal senior Min Aung Hlaing sebagai kandidat presiden.
Min Aung Hlaing memenangi pemungutan suara di parlemen pada 3 April, dengan meraih 429 suara dari total 500 suara yang tersedia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Rohingya kecam pemilihan Min Aung Hlaing sebagai presiden Myanmar
Penerjemah: Primayanti
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.