Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persik Kediri Marcos Reina meminta tim asuhannya tak memandang sebelah mata Madura United menjelang bertemunya kedua tim pada pekan 27 BRI Super League di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Sabtu.

Dikutip dari laman resmi I.League, Jumat, Marcos menjelaskan jika kondisi yang tengah dialami Madura United bukan merupakan keuntungan bagi Persik Kediri.

"Posisi Madura United memang kurang bagus. Tapi kami tak melihat itu sebuah keuntungan. Itu jadi urusan mereka. Kami fokus pada diri sendiri untuk meraih kemenangan," jelas Marcos.

Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut melanjutkan jika Madura United berpotensi menyulitkan Persik Kediri dan laga diprediksi akan berjalan sengit.

"Yang jelas ini bukan pertandingan yang mudah bagi kedua tim. Kami respek dan tak mau meremehkan Madura United. Pekan lalu, meski dikalahkan Borneo FC, menurut saya, Madura United bermain bagus," ujar Marcos.

Baca juga: Madura United tutup empat laga kandang terakhir di Bangkalan

Ia mengatakan beberapa pemain yang absen melawan Persijap pada pertandingan lalu sudah bergabung kembali. Ini diyakini Marcos Reina bisa menambah kekuatan Macan Putih.

Persik hanya punya waktu singkat untuk mempersiapkan diri. Tetapi Marcos Reina dan para pemain telah memanfaatkan secara maksimal waktu yang ada.

"Pemain yang kemarin absen bisa tampil lagi lawan Madura United. Ini kabar gembira bagi kami. Ini membuat kami makin optimistis bisa meladeni permainan Madura United," jelas Marcos.

"Persiapan kami memang singkat. Tapi kami sangat siap bertanding besok. Kami siapkan taktik dan sudah mempelajari bagaimana cara bermain Madura United," pungkasnya.

Menjelang pertandingan yang mempertemukan kedua tim, Persik Kediri yang berada di peringkat ke-12 lebih baik daripada Madura United yang menempati zona degradasi di urutan ke-16.

Baca juga: Madura United tidak akan menyerah demi bertahan di kasta tertinggi

Baca juga: Luna siap perkuat Persik hadapi Madura United setelah akumulasi kartu

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.