Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persijap Jepara Mario Lemos menjelaskan timnya memiliki motivasi tinggi menjelang menghadapi Bhayangkara FC pada pekan 27 BRI Super League di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu.

Dikutip dari laman resmi I.League, Jumat, Mario menjelaskan jika Persijap Jepara berambisi mempersembahkan kemenangan sebagai kado ulang tahun ke-477 Kabupaten Jepara yang jatuh pada hari ini.

Meski memiliki motivasi tinggi jelang menghadapi Bhayangkara FC, pelatih asal Portugal tersebut meyakini pertandingan nanti tidak akan berjalan mudah.

"Saat ini adalah momen Hari Ulang Tahun Jepara, kita ingin memberikan kado. Apalagi kita main di kandang sendiri dan kita juga memang membutuhkan poin tambahan. Kita juga tahu Bhayangkara FC mencatat kemenangan di enam pertandingan beruntun," jelas Mario.

Baca juga: Wahyu Subo Seto tegaskan Bhayangkara FC harus fokus hadapi Persijap

Selain berambisi ingin memberikan kado ulang tahun untuk Kabupaten Jepara, Persijap kini membutuhkan poin untuk menjauhi zona degradasi.

Persijap Jepara telah melalui lima pertandingan terakhir tanpa menelan kekalahan setelah mengemas satu kemenangan dan empat hasil imbang.

Kini Persijap berada di posisi 14 dengan 22 poin, namun ini masih jauh dari kata aman karena di posisi ke-15 ada Persis Solo dengan 21 poin, diikuti Madura United FC dan Semen Padang FC dengan 20 poin di peringkat ke-16 dan 17 serta PSBS Biak di posisi ke-18 dengan nilai 18.

Mengenai kondisi Persijap jelang menghadapi Bhayangkara FC, Mario mengatakan timnya dalam kondisi siap tempur, namun masih belum bisa dipastikan diperkuat pemain sayap Iker Guarrotxena.

"Iker kondisinya masih 50:50, kita masih akan kita pantau lagi kondisi terkininya. Untuk Aly Ndom, dia bermain bagus di dua laga dan terakhir bahkan dapat Man of The Match. Sedangkan Tiri adalah pemain inti di tim. Kita lihat saja nanti siapa yang siap untuk laga besok," pungkas Mario.

Baca juga: Gagal kalahkan PSIM, pelatih Persijap ungkap sebabnya

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.