...bagi kami berat itu bermakna kita harus kerja keras dan tidak pernah menyerah
Jakarta (ANTARA) - Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, menepis narasi yang berkembang di media sosial yang mengesankan pemerintah menyerah dalam penanganan lumpur pasca-banjir di Aceh.
"Kami perlu tegaskan, bagi kami berat itu bermakna kita harus kerja keras dan tidak pernah menyerah. Semua ini tidak bisa dilakukan secara instan. Jadi semangatnya adalah semangat positif untuk menuntaskan tanggung jawab, bukan bermakna menyerah. Berat itu adalah realita medan yang sedang kami taklukkan bersama," ujar Safrizal ZA dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Safrizal menegaskan bahwa proses pembersihan terus berjalan secara intensif dengan hasil yang nyata di lapangan.
Safrizal menjelaskan maksud pernyataannya mengenai istilah 'berat' yang sempat disalahartikan oleh sejumlah pihak.
Menurutnya, istilah tersebut adalah refleksi dari kerja keras tim di lapangan, bukan sebuah pengakuan ketidaksanggupan atau keputusasaan.
Berdasarkan data operasional Satgas, dari total 519 lokasi yang menjadi sasaran di Aceh, sebanyak 480 lokasi telah berhasil dibersihkan sepenuhnya.
Sementara sisa 39 lokasi lainnya saat ini dalam status sedang dikerjakan.
Baca juga: Menyusuri Aceh: Dari Lumpur, Harapan, hingga Ketegaran (1)
Lokasi sisa ini merupakan area pemukiman padat dan drainase sempit yang memerlukan penanganan manual yang teliti.
Guna mempercepat proses tersebut, dukungan personel terus dioptimalkan di titik-titik krusial.
Di wilayah Aceh Tamiang, Satgas telah mengerahkan personel Praja IPDN untuk membantu mempercepat pembersihan fasilitas publik dan lingkungan warga agar segera layak digunakan kembali.
Selain pengerahan personel kedinasan, Safrizal juga menjelaskan keberlanjutan program Padat Karya Tahap II yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat terdampak.
Di Pidie Jaya, tepatnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, program ini sedang berjalan aktif dengan melibatkan total 392 peserta.
Baca juga: Bappenas usul pembentukan BRR untuk penanganan bencana Sumatera
"Kekuatan di Pidie Jaya terdiri dari 300 warga lokal, 80 personel Satpol PP dan BPBD, serta didampingi 12 personel TNI/Polri. Pelaksanaan gelombang pertama sudah berjalan pada 6 - 8 April, dan akan dilanjutkan kembali pada 14 - 17 April mendatang. Ini adalah bukti bahwa pemerintah dan masyarakat bahu-membahu di lapangan," katanya.
Safrizal pun meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi yang tidak utuh di media sosial.
Ia memastikan bahwa seluruh infrastruktur vital dan jalan nasional sudah tuntas 100 persen sejak Januari lalu, dan kini Satgas fokus menuntaskan pembersihan lingkungan pemukiman.
"Data adalah fakta dan kerja kami adalah nyata. Kami tidak akan berhenti sampai lokasi terakhir benar-benar tuntas. Kami mengajak masyarakat untuk tetap optimis menyongsong tahap rehabilitasi dan rekonstruksi selanjutnya," kata Safrizal.
Baca juga: Satgas PRR: Pemulihan rumah ibadah di Aceh sudah mencapai 98 persen
Baca juga: Baznas RI-MUI kolaborasi pulihkan Sumatera lewat Sedekah Pendidikan
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.