Apakah kita, orang Eropa, perlu berbuat lebih banyak? Ya. Saya telah menyampaikan hal itu selama hampir dua tahun kepada mitra Eropa kami

Moskow (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer pada Jumat menyerukan Uni Eropa meningkatkan kontribusi terhadap Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di tengah kekecewaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap sekutu-sekutu aliansi tersebut.

Pada 1 April PM Starmer menegaskan kembali komitmen Inggris terhadap NATO di tengah dugaan penarikan AS dari aliansi itu. Ia juga menyatakan Inggris tidak akan memihak dalam konflik di Timur Tengah, namun akan mempererat hubungan dengan Eropa.

“Ini adalah aliansi militer paling efektif yang pernah dikenal dunia. Apakah kita, orang Eropa, perlu berbuat lebih banyak? Ya. Saya telah menyampaikan hal itu selama hampir dua tahun kepada mitra Eropa kami. Kami akan terus menyuarakan hal ini. Ini adalah kepentingan Amerika dan juga kepentingan Eropa,” ujar PM Starmer kepada wartawan saat kunjungannya ke Timur Tengah.

Baca juga: Macron ajak sejumlah negara bersatu untuk mandiri tanpa AS

Pada 17 Maret Presiden AS Donald Trump menyatakan NATO telah melakukan “kesalahan yang sangat bodoh” karena tidak mendukung AS dalam melancarkan serangan militer terhadap Iran.

Trump juga menambahkan bahwa dirinya tidak terkejut bahwa mayoritas negara anggota NATO tidak ingin terlibat dan menyebut aliansi tersebut sebagai “jalan satu arah.”

Baca juga: AS pertimbangkan tarik pasukan dari negara NATO terkait Iran

Pada akhir Maret Presiden AS itu juga mengatakan bahwa operasi militer terhadap Iran merupakan ujian terhadap dukungan NATO kepada Amerika Serikat, serta menyatakan kekecewaan Washington terhadap sikap aliansi tersebut dan bahwa hal itu tidak akan dilupakan.

Presiden Trump juga menyebut bantuan dari NATO tidak lagi diperlukan.

Pada Rabu (8/4) The Wall Street Journal melaporkan bahwa Washington tengah mempertimbangkan untuk menarik pasukan dari negara-negara anggota NATO yang dinilai tidak mendukung AS dan Israel dalam konflik Timur Tengah.

Baca juga: Trump ancam hukum negara-negara NATO yang tolak bantu AS serang Iran

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Penerjemah: Primayanti
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.