Beijing (ANTARA) - Peringkat China dalam Indeks Kepercayaan Investasi Langsung Asing (Foreign Direct Investment/FDI) 2026 naik dua peringkat ke posisi keempat secara global, demikian menurut laporan terbaru.

Indeks yang dirilis oleh firma konsultasi manajemen global Kearney ini mengukur ekspektasi investor terhadap FDI.

He Xiaoqing, Presiden Kearney China Raya, mengaitkan peningkatan peringkat China dengan posisi terdepannya dalam kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan ukuran pasar domestiknya yang luas, yang terus menjadi daya tarik kuat bagi investasi asing.

Perusahaan manufaktur China telah mengalami peningkatan daya saing harga di sektor bernilai tambah tinggi seperti mesin khusus dan produk terkait teknologi, serta di industri ceruk termasuk teknologi hijau dan peralatan biomedis, kata He.

Dia juga mengatakan bahwa katalog industri China yang mendorong investasi asing, yang dirilis tahun lalu, mencerminkan arah kebijakan yang tegas dari negara tersebut untuk terus menarik investasi global di bidang-bidang utama seperti peningkatan manufaktur dan pembangunan hijau.

Indeks ini, yang didasarkan pada survei tahunan terhadap eksekutif bisnis global, menganalisis destinasi paling menarik untuk FDI selama tiga tahun ke depan.

Dalam peringkat 2026, Amerika Serikat (AS) tetap berada di peringkat pertama, diikuti oleh Kanada dan Jepang.

Meskipun ketidakpastian meningkat, 88 persen responden berencana memperluas FDI mereka dalam tiga tahun ke depan, yang menunjukkan kepercayaan berkelanjutan akan peluang global jangka panjang.


Pewarta: Xinhua
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.