Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Wihadi Wiyanto menegaskan fondasi dan kinerja APBN kuat untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan kenaikan harga energi global.
Hal itu ia sampaikan untuk merespons usulan Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) agar pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk menekan defisit APBN.
Wihadi dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu, menilai APBN juga harus dilihat dari fungsinya sebagai instrumen stabilisasi guna menyerap gejolak eksternal agar tidak langsung berdampak pada masyarakat.
"Fundamental ekonomi kita tetap terjaga, dengan inflasi yang terkendali di level 3,48 persen pada Maret 2026, pertumbuhan ekonomi Q4 2025 mencapai 5,39 persen serta PMI manufaktur yang berada di zona ekspansif. Dalam kondisi tersebut, APBN sangat mampu bekerja sebagai shock absorber untuk menahan tekanan global, khususnya dari sektor energi, agar tidak langsung membebani masyarakat," ucapnya.
Selain itu, secara fiskal, menurutnya, kondisi APBN masih berada dalam koridor yang terjaga dengan defisit yang terkendali dan rasio utang tetap pada level yang aman.
"Kondisi APBN kita sehat, tercermin dari kinerja pendapatan negara hingga Maret 2026 yang mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen (year-on-year/yoy). Dengan kinerja tersebut, APBN memiliki fleksibilitas untuk melakukan penyesuaian anggaran prioritas melalui refocusing sehingga defisit tetap terjaga di bawah 3 persen meskipun menghadapi tekanan global," ujarnya.
Selain itu, Wihadi mengungkapkan bahwa Banggar DPR RI telah menerima penjelasan pemerintah terkait langkah refocusing anggaran melalui efisiensi belanja nonprioritas untuk menambah anggaran subsidi energi guna menghindari efek domino terhadap perekonomian nasional.
Ia pun menilai kebijakan fiskal yang diambil pemerintah dengan menjaga stabilitas harga energi merupakan langkah yang strategis terhadap perekonomian Indonesia.
"Langkah yang diambil pemerintah bukan semata-mata tentang mencegah kenaikan harga BBM. Ini merupakan bukti hadirnya negara dalam melindungi daya beli dan pertumbuhan ekonomi masyarakat dari dampak krisis global melalui instrumen APBN," ucapnya.
Baca juga: PAN minta Jusuf Kalla sampaikan kritik langsung ke Prabowo
Baca juga: Wapres: Pemerintah jaga harga BBM subsidi agar terjangkau masyarakat
Baca juga: Purbaya ungkap alasan tahan subsidi BBM agar ekonomi tak melambat
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.