Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI membuka peluang kolaborasi internasional dengan "Shaikh Tahir Alzawi Charity Organisation" (STACO) Libya pada bidang program pemberdayaan hingga rencana kolaborasi dalam program bantuan kemanusiaan.

"Kita sangat senang, kita sangat bahagia bisa mendengarkan bagaimana teman-teman Libya punya program yang sangat bagus untuk membantu masyarakat Libya dan juga masyarakat Islam di negara lain," kata Pimpinan Baznas RI Mokhamad Mahdum dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Mahdum menyebutkan STACO mengajak Baznas RI untuk bersinergi tidak hanya terbatas pada bantuan domestik, tetapi juga menyasar visi kemanusiaan yang lebih luas.

STACO, lanjut dia, secara khusus mengajak Baznas untuk berkolaborasi dalam menangani isu-isu umat Islam di berbagai belahan dunia, seperti pembangunan masjid di Brasil, bantuan untuk penyintas bencana banjir Libya, hingga bantuan bagi pengungsi di Sudan.

Sebagai langkah konkret awal, pihaknya akan segera menindaklanjuti bantuan kemanusiaan bagi penyintas bencana banjir di Libya melalui koordinasi bersama pihak STACO.

Baznas juga membuka ruang diskusi yang lebih luas di tingkat dewan pimpinan untuk mengeksplorasi potensi kerja sama di sektor pendidikan dan pembangunan infrastruktur religi seperti yang telah dilakukan STACO di berbagai negara.

"Kami memiliki prinsip bahwa burung yang sama akan hinggap di pohon yang sama. Jadi jika kita memiliki niat baik, niat yang sama, insyaallah akan sangat mudah bagi kita untuk bekerja sama," ujarnya.

Baca juga: Baznas RI ajak LAZ Nasional perkuat kolaborasi untuk sejahterakan umat

Mahdum berharap sinergi yang akan terjalin ini dapat menjadi contoh bagi institusi zakat dan kemanusiaan lainnya bahwa problematika umat tidak bisa diselesaikan secara parsial.

Ia menegaskan setiap tantangan kemanusiaan yang dihadapi oleh umat Islam di tingkat global merupakan tanggung jawab kolektif yang menuntut kolaborasi tanpa batas negara.

"Masalah kemanusiaan, masalah umat Islam adalah masalah bersama, seharusnya kita bersama-sama untuk menyelesaikannya bukan sendiri-sendiri," tutur Mahdum.

Sementara itu, Chairman of the Board of Directors STACO, Salem Abdulsalam ElArabi Ramadan mengatakan pihaknya mengajak Baznas RI untuk bersinergi dalam gerakan kemanusiaan, khususnya penanganan pascabencana bagi pengungsi banjir Kota Derna di Libya.

Ia juga menawarkan kolaborasi untuk pengembangan infrastruktur pendidikan bagi mahasiswa Indonesia di Libya.

Dalam rencananya, STACO akan mendirikan Universitas Imam Syekh Thahir Alzawi yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun depan, lengkap dengan fasilitas asrama mahasiswa yang terintegrasi untuk menyatukan komunitas pelajar Indonesia yang selama ini tersebar di berbagai wilayah seperti Tripoli dan Zliten.

"Program-program adalah ide-ide yang mungkin dengan diskusi detail berubah menjadi proyek-proyek nyata dan konkret. Kami mengusulkan penandatanganan kemitraan strategis untuk menerima mahasiswa Indonesia di Libya setiap tahunnya agar ada keberlanjutan selamanya," ucap Salem Abdulsalam ElArabi Ramadan.

Baca juga: Baznas RI gandeng Dompet Dhuafa perkuat tata kelola ZIS nasional

Baca juga: Baznas RI-PBPI ajak warga berinfak lewat Padel Charity Tournament 2026

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.