Indonesia tuan rumah Musabaqah hafalan Alquran dan Hadis Asia Pasifik

Indonesia tuan rumah Musabaqah hafalan Alquran dan Hadis Asia Pasifik

Musabaqah hafalan Al-Quran dan Hadis Asia Pasifik tingkat nasional di Jakarta, Selasa (29/3/2016). (ANTARA News/ Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah hafalan Alquran dan Hadis ke 7 tingkat Asia dan Pasifik mulai 17 sampai 21 April 2016 yang diikuti peserta dari 25 negara.

Saat ini tengah dilakukan proses seleksi musabaqah hafalan Alquran dan Hadis tingkat nasional. Pemenang 1, 2, 3 semua cabang akan mewakili Indonesia di tingkat Asia dan Pasifik.

"Ini adalah kegiatan musabaqah tingkat nasional 18-21, dilanjutkan tingkat Asia dan Pasifik. Untuk Asia yang diutus tingkat nasional pemenang 1,2, 3 semua cabang musabaqah tingkat nasional diselenggarakan kedelapan, untuk tingkat Asia Pasifik ketujuh," kata Sobah Muhammad Syamsi, Ketua Panitia Penyelenggara, di Jakarta, Selasa.

Musabaqah terdiri atas lima cabang, empat cabang Alquran, yaitu cabang 30 juz, 20 juz, 15 juz dan 10 juz, dan satu cabang hafalan hadis. Acara tersebut dilaksanakan setiap tahun atas dukungan Sultan Bin Abdul Aziz Al-Saud Foundation.

Sultan Bin Abdul Aziz Al-Saud Foundation menyelenggarakan musabaqah tersebut bekerjasama dengan Kementerian Agama RI di bawah pengawasan khusus dari Direktorat Jenderal Musabaqah Alquran Internasional Kementerian Islam, Dakwah, Wakaf dan Penyuluhan.

Sobah menjelaskan tujuan musabaqah adalah memotivasi kaum Muslim di kawasan Asia dan Pasifik untuk menghafal Alquran, membacanya dengan benar dan menghayati kandungannya. Demikian pula untuk menghafal hadis.

Selain itu, tujuan penyelenggaraan musabaqah adalah mendorong generasi muda di kawasan Asia dan Pasifik untuk memegang teguh Alquran dan hadis, mengikuti petunjuknya dan menjadikannya sumber berperilaku.

"Musabaqah ini bertujuan memotivasi dan meningkatkan hafalan, lebih jauh memotivasi para remaja untuk cinta Alquran, mempelajari, dan mengamalkannya," kata Sobah.

"Lebih dari itu, bertujuan untuk membangun ukhuwah kebersamaan di kalangan umat Islam karena acara ini diikuti tidak hanya secara pribadi, tetapi sebagian lembaga, dan provinsi," sambung dia.

Terkait peserta, Sobah menjelaskan, musabaqah tingkat nasional diikuti oleh 164 orang yang merupakan wajah-wajah baru.

"Dari penampilan beberapa orang lebih bagus dari tahun sebelumnya, sehingga diharapkan tujuan dari penyelenggaraan dapat dicapai," ujar dia.

Salah satu peserta, Sulton (18) asal Padang, Sumatera Barat mengaku bangga sekaligus gugup mengikuti musabaqah tersebut.

"Senang bisa bertemu penghapal Alquran lainnya. Tantangannya mental. Sudah hapal tapi grogi karena bertemu juri yang sudah lama berkecimpung," kata dia.

Peserta yang ikut serta dalam musabaqah tingkat Asia dan Pasifik terdiri dari 140 orang yang berasal Indonesia, Malaysia, Singapura, Philipina, Thailand, Brunei, Laos, Leste, Myanmar, Australia, Selandia Baru, Uzbekistan, Kirgistan, Tajikistan, Kazakhstan, Korea Selatan, Kamboja, Rusia, Bosnia dan Kroasia.

Hadiah besar diberikan kepada 3 pemenang pada setiap cabang yang terdiri dari 5 cabang mulai dari 5.000 reyal sampai 15.000 reyal ditambah hadiah haji.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar