Beirut (ANTARA) - Kelompok Hizbullah Lebanon berharap Rusia dapat memainkan peranan penting dalam menyelesaikan konflik di Timur Tengah melalui hubungan dekatnya dengan negara-negara di kawasan itu, termasuk Iran.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala Dewan Politik Hizbullah Mahmoud Komati kepada RIA Novosti.

"Rusia, melalui hubungannya dengan Republik Islam Iran dan negara-negara Arab, bisa memainkan peranan penting, dan itulah harapan kami," kata Komati. "Namun, Amerika Serikat menciptakan hambatan bagi peran tersebut."

Ia menambahkan bahwa AS, khususnya Presiden Donald Trump, kini berupaya memanfaatkan pengaruh Rusia untuk mendorong Iran menuju gencatan senjata.

"Cepat atau lambat, mereka akan membutuhkan Rusia," katanya.

Menurut Komati, Hizbullah memandang positif posisi Rusia, termasuk kebijakannya di kawasan serta komitmennya terhadap hukum internasional dan perlindungan hak asasi manusia serta kedaulatan negara.

"Namun, kawasan saat ini didominasi oleh hegemoni, agresi, pembunuhan, dan penghancuran oleh Amerika," katanya.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Dalam sehari, Hizbullah Lebanon lancarkan 72 serangan ke Israel
Baca juga: Jerman: Serangan Israel ke Lebanon ancam proses perdamaian kawasan

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.